Produksi snack Bali mulai bertambah? Ketika jumlah produk semakin banyak, proses packaging juga perlu ikut disiapkan.
Kalau sebelumnya packing masih bisa dilakukan satu per satu, peningkatan jumlah produksi bisa membuat pekerjaan tersebut membutuhkan lebih banyak waktu. Karena itu, sebelum produksi makin besar, coba cek kembali sistem packaging yang digunakan.
Tentukan Ukuran Kemasan
Langkah pertama adalah menentukan ukuran kemasan yang akan digunakan.
Snack bisa dijual dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan kecil untuk oleh-oleh sampai kemasan yang lebih besar untuk toko atau reseller.
Ukuran kemasan akan berpengaruh pada jumlah isi, kebutuhan bahan kemasan, sampai proses pengisian dan sealing.
Hitung Berapa Kemasan yang Harus Selesai
Jangan hanya menghitung jumlah snack yang diproduksi. Hitung juga berapa kemasan yang harus selesai setiap hari.
Misalnya produksi mencapai 500 produk per hari dan semuanya dikemas satu per satu. Berarti ada 500 kemasan yang perlu melalui proses packaging.
Dari sini bisa terlihat apakah waktu packing masih cukup atau sudah mulai menghambat pekerjaan.
Perhatikan Proses Pengisian
Untuk snack yang dijual berdasarkan berat, proses penimbangan dan pengisian menjadi bagian penting.
Kalau masih dilakukan manual, setiap kemasan perlu ditimbang dan diisi satu per satu. Ketika jumlah produk meningkat, proses ini bisa memakan cukup banyak waktu.
Mesin weigher dapat dipertimbangkan untuk membantu proses penimbangan dan pengisian produk sesuai kebutuhan packaging.
Sealing Jangan Sampai Menghambat
Setelah snack masuk ke kemasan, tahap berikutnya adalah sealing.
Kalau jumlah kemasan sudah banyak, proses menutup kemasan secara manual bisa menjadi pekerjaan yang cukup panjang.
Penggunaan mesin sealer dapat membantu mempercepat proses penutupan kemasan dan membuat hasil sealing lebih seragam.
POWERPACK menyediakan berbagai pilihan mesin sealer yang dapat disesuaikan dengan jenis kemasan dan kebutuhan produksi.
Pilih Mesin Berdasarkan Jenis Snack
Tidak semua snack memiliki karakter yang sama.
Keripik, kacang, snack ringan, atau produk dengan bentuk yang berbeda bisa membutuhkan sistem packaging yang berbeda pula.
Karena itu, saat memilih mesin packing snack, perhatikan bentuk produk, ukuran kemasan, berat isi, serta cara produk tersebut akan dikemas.
Tidak Harus Langsung Menggunakan Mesin Besar
Produksi yang meningkat bukan berarti harus langsung menggunakan sistem packaging otomatis penuh.
Kalau bagian yang paling lama adalah menimbang dan mengisi, bisa mulai dari proses tersebut. Jika sealing yang menjadi kendala, mesin sealer bisa menjadi pilihan yang lebih dulu dipertimbangkan.
Dengan begitu, investasi mesin bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang benar-benar ada di proses packaging.
Siapkan Packaging Sebelum Pesanan Bertambah
Ketika snack mulai masuk toko, reseller, atau lebih banyak titik penjualan, jumlah kemasan yang harus disiapkan juga bisa meningkat.
Jangan menunggu sampai packing mulai keteteran. Coba hitung kapasitas produksi, jumlah kemasan, waktu pengisian, dan waktu sealing sejak awal.
Dari sana, kebutuhan mesin packaging bisa ditentukan dengan lebih jelas.
Packaging Harus Mengikuti Produksi
Produksi snack yang semakin besar perlu diikuti dengan sistem packaging yang mampu mengimbanginya.
Mulai dari menentukan ukuran kemasan, menghitung jumlah unit, menyiapkan proses weighing dan filling, sampai memilih metode sealing yang sesuai.
Kalau kebutuhan packaging sudah jelas, proses pengembangan usaha juga akan lebih mudah disiapkan.
Untuk melihat pilihan mesin packaging snack yang sesuai dengan kebutuhan produksi, kunjungi POWERPACK.