Menjual frozen food lewat reseller berarti jumlah produk yang harus dikemas bisa bertambah seiring bertambahnya titik penjualan.
Awalnya mungkin hanya melayani satu atau dua reseller. Tapi ketika jumlah reseller mulai banyak, kapasitas packaging perlu ikut diperhatikan. Jangan sampai produk sudah selesai diproduksi, tetapi proses pengemasan justru membutuhkan waktu paling lama.
Lalu, bagaimana cara menentukan kapasitas packaging frozen food yang sesuai?
Mulai dari Jumlah Pesanan Reseller
Hal pertama yang perlu dihitung adalah jumlah produk yang harus disiapkan untuk setiap reseller.
Misalnya satu reseller membutuhkan 50 kemasan dan ada 5 reseller yang melakukan pemesanan. Berarti ada sekitar 250 kemasan yang perlu diproses.
Jumlah tersebut bisa menjadi dasar awal untuk melihat apakah proses packaging yang sekarang masih cukup atau sudah mulai membutuhkan bantuan mesin.
Hitung Waktu yang Dibutuhkan untuk Packing
Jumlah kemasan saja belum cukup. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses packaging juga perlu diperhatikan.
Coba catat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menimbang, mengisi, menyegel, atau melakukan vacuum pada produk.
Misalnya 250 kemasan membutuhkan waktu beberapa jam jika dilakukan manual. Kalau jumlah pesanan meningkat menjadi 500 atau 1.000 kemasan, waktu packaging tentu perlu dihitung kembali.
Dari sini, bisnis bisa mengetahui kapasitas packaging yang sebenarnya dibutuhkan.
Jangan Hanya Mengikuti Jumlah Produksi
Kapasitas produksi dan kapasitas packaging belum tentu sama.
Sebuah usaha bisa saja mampu memproduksi ratusan kilogram frozen food dalam sehari, tetapi proses pengemasannya masih dilakukan satu per satu.
Kalau kondisi ini terjadi, packaging bisa menjadi bagian yang memperlambat keseluruhan proses kerja.
Karena itu, perhitungan kapasitas sebaiknya melihat proses dari produksi sampai produk siap dikirim ke reseller.
Tentukan Proses Packaging yang Paling Membutuhkan Bantuan
Tidak semua tahap packaging harus menggunakan mesin.
Perhatikan bagian mana yang paling banyak memakan waktu. Apakah penimbangan, pengisian, sealing, atau vacuum?
Jika masalah utamanya ada pada penutupan kemasan, mesin sealer bisa menjadi pilihan. Jika proses pengisian membutuhkan waktu cukup panjang, mesin filling atau weigher dapat dipertimbangkan sesuai karakter produk.
POWERPACK menyediakan berbagai kategori mesin packaging, termasuk filling, weigher, sealer, dan vacuum.
Sesuaikan Kapasitas Mesin dengan Kebutuhan
Setelah mengetahui jumlah kemasan dan waktu yang tersedia, barulah kapasitas mesin bisa dipertimbangkan.
Jangan memilih kapasitas hanya berdasarkan jumlah produksi terbesar yang pernah dicapai. Lihat juga kebutuhan harian, jumlah reseller, jadwal pengiriman, dan waktu kerja yang tersedia untuk packaging.
Dengan begitu, mesin yang digunakan bisa benar-benar membantu proses kerja tanpa membuat kapasitas menjadi berlebihan untuk kebutuhan saat ini.
Pertimbangkan Pesanan yang Tidak Selalu Sama
Pesanan reseller tidak selalu memiliki jumlah yang sama setiap periode.
Minggu ini mungkin ada 300 kemasan, sementara periode berikutnya bisa meningkat menjadi 500 atau lebih. Karena itu, sebaiknya gunakan data pesanan beberapa periode terakhir sebagai bahan pertimbangan.
Catatan sederhana mengenai jumlah order, waktu packing, dan jumlah reseller dapat membantu memperkirakan kebutuhan kapasitas packaging dengan lebih realistis.
Buat Target Packaging Harian
Selain melihat total pesanan, bisnis juga bisa membaginya menjadi target harian.
Misalnya ada 1.000 kemasan yang harus dikirim dalam lima hari. Berarti rata-rata ada sekitar 200 kemasan yang perlu diselesaikan setiap hari.
Pembagian seperti ini membantu menentukan apakah proses manual masih mampu mengejar target atau sudah membutuhkan peralatan tambahan.
Kapasitas Packaging Harus Mengikuti Perkembangan Reseller
Ketika jumlah reseller bertambah, kebutuhan packaging biasanya ikut berubah.
Usaha yang awalnya hanya mengemas puluhan produk per hari bisa berkembang menjadi ratusan bahkan lebih. Karena itu, kapasitas packaging sebaiknya dievaluasi secara berkala.
Tidak perlu langsung mengganti seluruh sistem. Mulai dari proses yang paling sering menjadi hambatan, kemudian sesuaikan peralatan dengan pertumbuhan pesanan.
Siapkan Packaging Sebelum Menambah Reseller
Menambah reseller berarti menambah potensi pesanan. Sebelum memperluas jaringan penjualan, pastikan proses packaging sudah mampu mengikuti jumlah produk yang harus disiapkan.
Hitung jumlah kemasan, waktu pengerjaan, proses yang dilakukan, serta jadwal pengiriman. Dari data tersebut, kebutuhan mesin packing frozen food akan lebih mudah ditentukan.
Dengan kapasitas packaging yang sudah diperhitungkan, bisnis frozen food Bali bisa melayani lebih banyak reseller tanpa membuat proses pengemasan menjadi bagian yang tertinggal.
Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha, kunjungi POWERPACK: