Produk Bubuk Kelihatannya Sederhana, Tapi Packing-nya Tidak Bisa Asal
Tepung, bumbu bubuk, rempah, sampai bahan bubuk lainnya memang terlihat mudah dikemas.
Tinggal ditimbang, dimasukkan ke kemasan, lalu ditutup.
Tapi ketika jumlah produksinya mulai banyak, prosesnya bisa jadi lebih rumit.
Bubuk bisa berdebu, mudah berantakan, atau memiliki karakter aliran yang berbeda. Karena itu, cara pengemasannya perlu disesuaikan dengan produk.
Kenali Dulu Karakter Bubuknya
Tidak semua produk bubuk memiliki sifat yang sama.
Tepung bisa memiliki tekstur yang berbeda dengan bumbu bubuk. Ada produk yang lebih halus, ada juga yang memiliki butiran lebih kasar.
Karakter tersebut perlu diperhatikan karena akan berpengaruh pada proses pengisian ke dalam kemasan.
Sebelum mencari mesin packing bubuk Bali, kenali dulu produk yang akan dikemas dan bagaimana bentuk kemasan yang ingin digunakan.
Ukuran Kemasan Juga Perlu Ditentukan
Apakah produk akan dijual dalam sachet kecil?
Atau menggunakan kemasan yang lebih besar untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha?
Ukuran isi akan berpengaruh pada proses pengemasan dan kapasitas produksi yang dibutuhkan.
Misalnya, produk bumbu bubuk dalam sachet membutuhkan pertimbangan yang berbeda dengan tepung yang dikemas dalam ukuran lebih besar.
Karena itu, tentukan ukuran kemasan sebelum memilih mesin.
Mesin Sachet Bisa Jadi Pilihan untuk Kemasan Kecil
Untuk produk seperti bumbu bubuk yang dijual dalam ukuran sachet, mesin sachet dapat dipertimbangkan ketika jumlah produksi mulai meningkat.
Pengemasan bisa dibuat lebih terstruktur dibandingkan harus mengisi dan menutup setiap kemasan secara manual.
Namun, jangan memilih mesin hanya karena kapasitasnya tinggi.
Sesuaikan dengan ukuran kemasan, karakter bubuk, target produksi, dan proses packaging yang ingin dibantu.
Bagaimana dengan Tepung?
Tepung biasanya memiliki kebutuhan kemasan yang berbeda tergantung jenis produk dan ukuran penjualannya.
Jika masih dikemas dalam jumlah kecil, proses manual mungkin masih cukup.
Tetapi ketika produksi sudah meningkat dan jumlah kemasan yang harus disiapkan semakin banyak, waktu untuk menimbang, mengisi, dan menutup kemasan juga ikut bertambah.
Di tahap ini, proses packaging perlu mulai dievaluasi.
Jangan Lupa Hitung Target Produksi
Sebelum membeli mesin, coba hitung berapa banyak kemasan yang harus diselesaikan setiap hari.
Kemudian lihat proses mana yang paling memakan waktu.
Apakah penimbangan? Pengisian? Atau penutupan kemasan?
Dari situ, kebutuhan mesin akan lebih jelas.
Tidak perlu langsung memilih mesin dengan kapasitas terbesar. Yang penting, mesin bisa mengikuti kebutuhan produksi dan jenis kemasan yang digunakan.
Bubuk Sudah Siap Jual, Packaging Juga Harus Siap
Tepung dan bumbu bubuk punya peluang untuk dijual dalam berbagai ukuran kemasan, termasuk untuk pasar di Bali maupun dikirim ke luar daerah.
Tapi semakin banyak produk yang dikemas, semakin penting proses packaging yang rapi dan konsisten.
Jadi, sebelum memilih mesin, kenali dulu produknya, tentukan ukuran kemasan, hitung target produksi, lalu cari mesin yang sesuai.
Untuk melihat pilihan mesin pengemasan sesuai kebutuhan produk, kamu bisa melihat Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988