Produksi roti harian mulai meningkat? Awalnya proses packaging mungkin masih bisa dilakukan satu per satu secara manual. Tapi ketika jumlah roti yang harus dikemas semakin banyak, cara kerja yang sebelumnya terasa biasa bisa mulai memakan waktu.
Di kondisi seperti ini, bukan berarti seluruh sistem packaging harus langsung diganti. Justru yang perlu dilakukan adalah melihat bagian mana yang paling banyak menghabiskan waktu, lalu memperbaikinya secara bertahap.
Mulai dari Melihat Bagian yang Paling Lambat
Coba perhatikan alur packaging setelah roti selesai diproduksi.
Apakah proses memasukkan roti ke kemasan membutuhkan waktu lama? Atau justru bagian menutup kemasan yang membuat produk menumpuk?
Hal sederhana seperti ini perlu diketahui terlebih dahulu sebelum memilih mesin packaging roti Bali.
Kalau masalahnya ada di sealing, misalnya, upgrade mesin sealer mungkin sudah cukup untuk membantu mempercepat proses tanpa harus mengubah seluruh sistem packaging.
Jangan Semua Kemasan Dikerjakan dengan Cara yang Sama
Jenis roti dan bentuk kemasan bisa berbeda-beda.
Roti manis, roti tawar, pastry, atau produk bakery lainnya belum tentu menggunakan jenis kemasan yang sama. Cara penutupannya juga bisa berbeda.
Karena itu, sistem packaging sebaiknya disesuaikan dengan produk yang paling banyak diproduksi.
Jangan sampai memilih mesin hanya karena kapasitasnya tinggi, tetapi ternyata kurang sesuai dengan jenis kemasan yang digunakan sehari-hari.
Dari Hand Sealer ke Sealer yang Lebih Efisien
Untuk produksi yang masih relatif kecil, hand sealer bisa saja masih mencukupi.
Namun ketika jumlah kemasan meningkat, proses menyegel satu per satu dengan alat manual bisa mulai terasa lambat.
POWERPACK menyediakan berbagai pilihan mesin sealer, mulai dari hand sealer, pedal sealer, hingga continuous band sealer. Pilihannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan volume packaging.
Untuk usaha yang melakukan sealing secara rutin, continuous band sealer dapat menjadi salah satu pilihan karena proses penyegelan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Gunakan Kedua Tangan untuk Mengatur Kemasan
Hal kecil yang sering luput diperhatikan adalah posisi operator saat melakukan sealing.
Pada proses manual tertentu, satu tangan digunakan untuk memegang kemasan sementara tangan lainnya mengoperasikan alat. Ini bisa membuat proses menjadi kurang praktis ketika jumlah kemasan sudah banyak.
Pedal sealer dapat menjadi alternatif karena operator menggunakan kaki untuk menjalankan proses sealing, sehingga kedua tangan dapat digunakan untuk mengatur posisi kemasan.
Perubahan sederhana seperti ini bisa membantu membuat alur kerja lebih nyaman ketika aktivitas packaging semakin padat.
Atur Alur Packaging Supaya Tidak Menumpuk
Mesin bukan satu-satunya hal yang perlu diubah.
Alur kerja juga perlu diperhatikan. Misalnya:
Roti selesai produksi → pendinginan → memasukkan ke kemasan → sealing → pengecekan → penyimpanan.
Kalau roti sudah selesai diproduksi tetapi masih harus menunggu terlalu lama untuk dikemas, berarti ada bagian dari alur yang perlu diperbaiki.
Dengan membagi pekerjaan secara jelas, operator juga bisa mengetahui kapan produk masuk ke tahap packaging dan kapan sudah siap dipindahkan ke tahap berikutnya.
Hitung Waktu Packaging Setiap Hari
Coba hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengemas seluruh produksi harian.
Misalnya ada 500 roti yang harus dikemas setiap hari. Kalau proses packaging membutuhkan waktu 4 jam, berarti cukup banyak waktu kerja yang terserap hanya untuk pengemasan.
Dari sini bisa dibandingkan dengan target produksi ke depan.
Kalau jumlah produksi diperkirakan naik menjadi 800 atau 1.000 roti per hari, apakah sistem packaging yang sekarang masih mampu mengikutinya?
Pertanyaan seperti ini bisa menjadi dasar sebelum melakukan upgrade.
Tidak Harus Langsung Menggunakan Mesin Otomatis
Upgrade packaging tidak selalu berarti harus langsung menggunakan mesin otomatis dengan sistem yang kompleks.
Kalau masalah utama hanya ada pada proses sealing, mesin sealer dengan sistem yang lebih praktis bisa menjadi langkah awal.
Setelah produksi kembali meningkat dan kebutuhan packaging semakin besar, barulah sistem bisa dikembangkan lagi.
Yang penting, setiap mesin yang dibeli memang menyelesaikan masalah yang ada di proses kerja.
Packaging Harus Mengikuti Pertumbuhan Produksi
Ketika produksi roti semakin banyak, sistem packaging juga perlu ikut berkembang.
Mulai dari menentukan jenis kemasan, melihat bagian yang paling lambat, menghitung waktu kerja, sampai memilih mesin yang sesuai, semuanya bisa dilakukan secara bertahap.
Dengan begitu, peningkatan produksi tidak justru membuat bagian packaging menjadi bottleneck baru.
Kalau produksi roti di Bali mulai meningkat dan proses packaging sudah terasa semakin berat, saatnya mengevaluasi sistem yang digunakan dan mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat membantu proses pengemasan roti dan produk bakery, kunjungi POWERPACK.