Menjual frozen food khas Bali lewat reseller bisa jadi cara untuk memperluas pasar tanpa harus mengandalkan penjualan langsung. Tapi semakin banyak reseller yang dilayani, semakin penting juga sistem packaging yang digunakan.
Produk harus dikemas dengan cara yang konsisten, rapi, dan sesuai dengan kebutuhan distribusi. Jangan sampai produksi sudah siap, tetapi packaging justru membuat proses pengiriman ke reseller menjadi lambat.
Tentukan Ukuran Produk yang Akan Dijual
Sebelum memikirkan mesin packaging frozen food, tentukan dulu bagaimana produk akan dijual ke reseller.
Apakah satu kemasan berisi 250 gram, 500 gram, 1 kilogram, atau menggunakan jumlah pcs tertentu?
Ukuran tersebut akan berpengaruh pada jenis kemasan, ukuran plastik, proses filling, sampai metode sealing yang digunakan.
Dengan ukuran yang sudah ditentukan, proses packaging juga akan lebih mudah dibuat konsisten.
Pilih Kemasan yang Sesuai dengan Produk
Tidak semua frozen food membutuhkan jenis kemasan yang sama.
Produk seperti bakso, dimsum, nugget, seafood, atau makanan khas Bali yang sudah diolah bisa memiliki kebutuhan packaging berbeda.
Perhatikan bentuk produk, kadar air, ukuran, dan cara penyimpanannya. Kemasan juga harus cukup kuat untuk menghadapi proses penanganan selama distribusi.
Sealing Harus Konsisten
Ketika produk mulai dikirim ke banyak reseller, jumlah kemasan yang diproses juga ikut bertambah.
Kalau proses sealing masih dilakukan secara manual, hasil setiap kemasan bisa saja berbeda. Ada yang terlalu rapat, ada yang kurang rapi, atau waktu pengerjaannya tidak sama.
Di sinilah mesin packaging bisa mulai dipertimbangkan.
POWERPACK menyediakan berbagai jenis mesin sealing dan vacuum packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produk dan kapasitas usaha.
Vacuum Bisa Dipertimbangkan untuk Produk Tertentu
Untuk beberapa jenis frozen food, vacuum packaging dapat menjadi pilihan.
Proses vacuum dilakukan dengan mengeluarkan udara dari dalam kemasan sebelum produk disegel. Metode ini banyak digunakan untuk produk makanan seperti bakso, sosis, nugget, seafood, dan makanan beku lainnya.
Namun, penggunaan vacuum tetap perlu disesuaikan dengan jenis produk dan kemasan. Tidak semua frozen food harus menggunakan metode yang sama.
Hitung Kebutuhan Berdasarkan Jumlah Reseller
Satu reseller mungkin hanya membutuhkan beberapa puluh kemasan. Tapi kalau jumlah reseller bertambah menjadi 10 atau 20 titik, kebutuhan packaging bisa meningkat cukup cepat.
Misalnya satu reseller membutuhkan 30 kemasan dan ada 10 reseller. Berarti ada sekitar 300 kemasan yang harus disiapkan untuk satu periode pengiriman.
Karena itu, jangan hanya menghitung kapasitas produksi makanan. Kapasitas packaging juga perlu dihitung supaya bisa mengikuti jumlah pesanan reseller.
Buat Standar Packaging yang Sama
Ketika produk dikirim ke banyak reseller, tampilan kemasan sebaiknya dibuat seragam.
Ukuran kemasan, posisi sealing, jumlah isi, sampai tampilan produk perlu memiliki standar yang jelas.
Hal ini akan membuat produk lebih mudah dikenali ketika berada di beberapa lokasi penjualan sekaligus.
Jika proses packaging sudah dilakukan dalam jumlah besar, penggunaan mesin dapat membantu menjaga hasil pengemasan tetap lebih konsisten dari satu produk ke produk berikutnya.
Kapan Harus Mulai Menggunakan Mesin?
Tidak ada keharusan untuk langsung menggunakan mesin ketika baru mulai bekerja sama dengan reseller.
Kalau jumlah produk masih sedikit dan packaging manual masih bisa diselesaikan sesuai jadwal, sistem tersebut mungkin masih cukup.
Mesin mulai layak dipertimbangkan ketika jumlah kemasan semakin banyak, waktu packaging semakin panjang, tenaga kerja bertambah, atau proses pengemasan mulai mengganggu jadwal produksi dan pengiriman.
Untuk kebutuhan vacuum, misalnya, POWERPACK memiliki pilihan mulai dari mesin table top hingga single chamber dan double chamber dengan kapasitas yang berbeda.
Packaging Harus Siap Sebelum Distribusi Diperluas
Masuk ke jaringan reseller berarti produk frozen food Bali memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Tapi sebelum menambah reseller, pastikan sistem packaging sudah mampu mengikuti jumlah produk yang harus disiapkan.
Mulai dari ukuran kemasan, metode sealing, kebutuhan vacuum, jumlah produksi, sampai kapasitas mesin perlu dipikirkan sesuai kondisi usaha.
Dengan packaging yang sudah tertata, penambahan reseller tidak harus selalu berarti penambahan masalah di bagian produksi.
Untuk melihat pilihan mesin packaging frozen food yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan usaha, kunjungi https://powerpack.co.id/.