Ketika penjualan oleh-oleh Bali mulai meningkat, kesibukan bukan hanya terjadi di bagian produksi. Gudang juga bisa ikut kewalahan karena semakin banyak produk yang harus disiapkan untuk dikirim ke toko, reseller, marketplace, maupun pelanggan dari luar Bali.
Kalau proses packing masih dilakukan tanpa alur yang jelas, produk bisa menumpuk dan pekerjaan menjadi lebih lambat. Karena itu, penataan sistem packing di gudang perlu mulai diperhatikan sejak volume pengiriman meningkat.
Pisahkan Area Produk dan Area Packing
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah memisahkan area penyimpanan produk dengan area packing.
Produk yang sudah selesai diproduksi sebaiknya tidak bercampur dengan produk yang sedang menunggu dikemas. Area packing juga sebaiknya memiliki ruang yang cukup untuk menyiapkan kemasan, melakukan proses pengemasan, dan menata produk yang sudah selesai.
Pembagian sederhana ini dapat membantu alur kerja menjadi lebih jelas dan mengurangi produk berpindah-pindah tanpa perlu.
Tentukan Alur Packing dari Awal
Sistem packing gudang Bali sebaiknya memiliki urutan kerja yang mudah dipahami.
Contohnya:
Produk siap dikemas → persiapan kemasan → pengisian → penutupan kemasan → pengecekan → penyusunan → siap dikirim
Urutannya bisa berbeda tergantung jenis oleh-oleh yang diproduksi. Yang penting, setiap tahap memiliki fungsi yang jelas.
Dengan alur seperti ini, pekerjaan tidak hanya bergantung pada satu orang yang mengetahui seluruh proses.
Kelompokkan Produk Sebelum Dikemas
Gudang oleh-oleh biasanya tidak hanya menyimpan satu jenis produk. Ada kemungkinan terdapat beberapa ukuran, rasa, varian, atau jenis kemasan.
Kalau semua produk langsung dicampur dalam satu area packing, risiko salah mengambil produk bisa semakin besar.
Karena itu, produk bisa dikelompokkan berdasarkan jenis atau pesanan terlebih dahulu. Kemasan yang digunakan juga sebaiknya sudah disiapkan sesuai produk yang akan diproses.
Cara sederhana ini dapat membuat proses packing lebih teratur ketika jumlah pesanan meningkat.
Perhatikan Bagian yang Paling Lambat
Tidak semua tahapan packing membutuhkan mesin.
Coba lihat bagian mana yang paling sering membuat produk menumpuk. Apakah proses pengisian? Penutupan kemasan? Pemberian label? Atau justru proses menyiapkan produk sebelum masuk ke kemasan?
Bagian yang paling lambat inilah yang bisa menjadi prioritas untuk dievaluasi.
Dengan mengetahui titik yang menghambat pekerjaan, pemilik usaha dapat menentukan apakah perlu menambah tenaga kerja, mengubah alur kerja, atau menggunakan mesin packing gudang.
Kapan Gudang Mulai Membutuhkan Mesin?
Mesin mulai layak dipertimbangkan ketika pekerjaan manual sudah sulit mengikuti kebutuhan produksi dan pengiriman.
Misalnya, jumlah produk yang harus dikemas terus meningkat, tetapi kapasitas packing masih sama. Akibatnya, produk selesai diproduksi lebih cepat daripada kemampuan gudang untuk mengemasnya.
Dalam kondisi seperti ini, mesin dapat membantu mempercepat proses tertentu sesuai kebutuhan usaha.
Namun, kapasitas mesin tetap perlu disesuaikan dengan jumlah produk yang benar-benar harus diproses. Tidak perlu langsung menggunakan mesin berkapasitas besar jika kebutuhan usaha masih terbatas.
Jangan Lupakan Pemeriksaan Sebelum Pengiriman
Produk yang sudah selesai dikemas sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke kendaraan atau area pengiriman.
Lakukan pemeriksaan sederhana terlebih dahulu. Pastikan jenis produk, jumlah, kondisi kemasan, dan tujuan pengiriman sudah sesuai.
Untuk usaha oleh-oleh Bali yang menangani banyak pesanan sekaligus, tahap pengecekan ini penting agar kesalahan packing tidak baru diketahui setelah barang dikirim.
Atur Produk yang Sudah Siap Kirim
Setelah proses packing selesai, produk sebaiknya dikelompokkan kembali berdasarkan pesanan atau tujuan pengiriman.
Dengan begitu, barang yang sudah siap dikirim tidak bercampur dengan produk yang masih menunggu proses packing.
Penataan seperti ini juga membuat tim gudang lebih mudah mengetahui mana pesanan yang sudah selesai dan mana yang masih harus dikerjakan.
Bangun Sistem Packing yang Bisa Mengikuti Pertumbuhan Usaha
Gudang oleh-oleh Bali yang mulai sibuk membutuhkan sistem packing yang tidak hanya cepat, tetapi juga mudah dikontrol.
Mulailah dari hal sederhana seperti membagi area kerja, membuat alur packing yang jelas, mengelompokkan produk, dan mengetahui bagian yang paling sering menghambat pekerjaan.
Jika volume produksi dan pengiriman terus meningkat, kebutuhan mesin packing dapat dievaluasi berdasarkan proses yang paling membutuhkan bantuan. Dengan begitu, pengembangan gudang dilakukan secara bertahap dan sesuai kebutuhan usaha.
Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat mendukung proses pengemasan sesuai kebutuhan usaha, kunjungi Website Resmi POWERPACK.
BALI
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
(021) 2951 4991
0812-1323-9988