Awalnya bakery rumahan mungkin hanya membuat roti berdasarkan pesanan teman atau pelanggan sekitar. Tapi ketika pesanan mulai bertambah, bukan cuma kapasitas produksi yang perlu diperhatikan.
Packaging roti juga perlu mulai dipikirkan.
Kemasan yang sebelumnya cukup untuk penjualan langsung belum tentu cocok ketika produk mulai dititipkan ke toko, dikirim ke pelanggan, atau diproduksi dalam jumlah lebih banyak.
Tentukan Dulu Jenis Produk dan Kemasan
Setiap produk bakery bisa membutuhkan kemasan yang berbeda.
Roti tawar, roti isi, cookies, croissant, dan pastry memiliki bentuk serta karakter yang tidak sama. Karena itu, jangan menentukan mesin terlebih dahulu sebelum mengetahui jenis produk yang akan dikemas.
Beberapa hal yang perlu ditentukan:
- Ukuran produk
- Jumlah produk per kemasan
- Jenis bahan kemasan
- Ukuran plastik
- Cara menutup kemasan
- Jumlah produk yang dikemas setiap hari
Dari sini, kebutuhan packaging bakery Bali akan lebih mudah ditentukan.
Kalau Produksi Bertambah, Packing Ikut Bertambah
Misalnya bakery sebelumnya hanya membuat 50 produk sehari. Packing manual mungkin masih bisa diselesaikan tanpa banyak masalah.
Namun, ketika produksi meningkat menjadi 200 atau 300 produk, waktu untuk mengemas tentu ikut bertambah.
Produk sudah selesai dibuat, tetapi masih harus melewati proses memasukkan ke kemasan dan sealing satu per satu.
Kalau proses ini mulai memakan banyak waktu, packaging perlu dievaluasi.
Sealing Bisa Jadi Bagian yang Menghambat
Untuk kemasan plastik yang membutuhkan heat sealing, proses penutupan perlu dilakukan dengan rapi dan konsisten.
Semakin banyak kemasan yang harus ditutup, semakin besar juga waktu yang digunakan jika semuanya dilakukan secara manual.
Di tahap ini, mesin pengemas bakery bisa mulai dipertimbangkan. Untuk kebutuhan yang masih sederhana, mesin sealer dapat membantu mempercepat proses penutupan kemasan.
Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis plastik, ukuran kemasan, dan jumlah produk yang diproses.
Jangan Hanya Mengejar Kecepatan
Packaging bukan sekadar membuat produk cepat masuk ke dalam kemasan.
Roti dan pastry juga perlu ditangani sesuai bentuknya. Produk yang mudah berubah bentuk tentu membutuhkan cara pengemasan yang berbeda dengan produk yang lebih padat seperti cookies.
Jadi, sebelum memilih mesin, pastikan metode packaging tidak membuat produk mudah rusak atau berubah bentuk.
Sesuaikan dengan Cara Produk Dijual
Kebutuhan packaging juga bisa berubah ketika bakery mulai memperluas penjualan.
Misalnya, bakery mulai:
- Menitipkan produk ke toko.
- Memasok cafe.
- Mengirim pesanan dalam jumlah banyak.
- Melayani reseller.
- Menjual produk untuk oleh-oleh.
Semakin luas distribusinya, semakin penting memiliki sistem packaging yang rapi dan konsisten.
Karena itu, rencana penjualan juga perlu dipertimbangkan saat menentukan jenis kemasan.
Kapan Bakery Rumahan Perlu Mesin?
Tidak ada jumlah produksi tertentu yang otomatis mengharuskan bakery membeli mesin.
Yang lebih penting adalah melihat kondisi proses kerja.
Mesin packaging bisa mulai dipertimbangkan ketika:
- Jumlah produk yang dikemas semakin banyak.
- Packing manual membutuhkan waktu terlalu lama.
- Sealing dilakukan berulang kali setiap hari.
- Tenaga kerja banyak tersita untuk proses packaging.
- Pesanan mulai tertunda karena proses pengemasan.
- Bakery mulai memperluas distribusi.
Kalau kebutuhan masih sedikit dan proses manual masih berjalan dengan baik, tidak harus langsung menggunakan mesin.
Mulai dari Bagian yang Paling Membutuhkan
Bakery rumahan juga tidak perlu langsung mengubah seluruh sistem packaging.
Kalau masalah utamanya hanya pada proses sealing, bisa mulai dari mesin sealer. Ketika produksi semakin besar dan proses packaging menjadi lebih kompleks, kebutuhan mesin dapat dikembangkan sesuai kondisi usaha.
Dengan pendekatan bertahap, usaha bakery Bali dapat menyesuaikan packaging dengan pertumbuhan produksi tanpa harus melakukan upgrade sekaligus.
Packaging Harus Mengikuti Pertumbuhan Bakery
Ketika bakery rumahan mulai berkembang, jangan hanya menghitung berapa banyak roti yang bisa diproduksi. Hitung juga berapa banyak produk yang harus dikemas dan berapa lama prosesnya.
Mulai dari menentukan jenis kemasan, menghitung jumlah produk, mengevaluasi proses sealing, hingga melihat kebutuhan distribusi.
Dari situ, bakery bisa mengetahui apakah sistem manual masih cukup atau sudah membutuhkan bantuan mesin packaging bakery.
Yang terpenting, pilih mesin berdasarkan jenis produk, kemasan, dan kapasitas produksi yang benar-benar dijalankan.
Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bakery, kunjungi POWERPACK: