Produk UMKM Bali Mulai Diekspor? Siapkan Proses Packaging Sebelum Pengiriman

28 September 2026 | 11:14 WIB
Artikel oleh : Powerpack Indonesia

umkm

Produk UMKM Bali punya peluang untuk dipasarkan lebih luas, termasuk ke luar negeri. Tapi ketika tujuan pengiriman semakin jauh, proses packaging tidak bisa dianggap sekadar memasukkan produk ke dalam kemasan.

Kemasan perlu disesuaikan dengan karakter produk, proses pengiriman, jumlah produksi, dan cara produk akan ditangani selama perjalanan. Karena itu, sebelum mulai menerima pesanan ekspor, bagian packaging sebaiknya ikut dipersiapkan.

Jangan Hanya Fokus pada Tampilan Kemasan

Kemasan yang menarik memang penting untuk produk makanan dan oleh-oleh Bali. Namun, untuk pengiriman jarak jauh, ada hal lain yang perlu diperhatikan.

Kemasan harus mampu melindungi produk sesuai karakteristiknya. Produk kering, makanan ringan, sambal, saus, maupun produk yang membutuhkan perlindungan lebih memiliki kebutuhan packaging yang berbeda.

Jadi, jangan hanya memilih kemasan berdasarkan tampilannya. Pertimbangkan juga kekuatan kemasan, cara penutupan, ukuran, dan bagaimana produk akan dikirim.

Sesuaikan Packaging dengan Jenis Produk

Tidak semua produk membutuhkan proses packaging yang sama.

Produk makanan kering misalnya perlu diperhatikan dari sisi perlindungan terhadap udara dan kelembapan. Sementara produk cair seperti sambal atau saus membutuhkan proses pengisian dan penutupan yang dapat membantu mengurangi risiko kebocoran.

Sebelum menentukan kemasan ekspor makanan, kenali dulu:

  • Karakter produk
  • Ukuran dan berat produk
  • Jenis kemasan yang digunakan
  • Cara penutupan kemasan
  • Lama dan kondisi perjalanan
  • Kebutuhan penyimpanan produk

Dari sini, kebutuhan packaging akan lebih mudah ditentukan.

Pastikan Proses Packing Bisa Mengikuti Jumlah Pesanan

Masalah baru biasanya muncul ketika pesanan meningkat.

Saat jumlah produk masih sedikit, packing manual mungkin masih bisa dilakukan. Tetapi ketika pesanan ekspor mencapai ratusan atau ribuan produk, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi, menutup, dan menyiapkan setiap kemasan bisa menjadi cukup besar.

Karena itu, UMKM Bali perlu menghitung kapasitas packaging sebelum menerima pesanan dalam jumlah besar.

Jangan sampai produksi sudah siap, tetapi produk masih menumpuk karena proses packing tidak mampu mengikuti jumlah barang yang harus dikirim.

Perhatikan Konsistensi Setiap Kemasan

Untuk pengiriman dalam jumlah besar, konsistensi juga menjadi bagian penting.

Berat atau volume produk yang berbeda-beda, posisi kemasan yang tidak rapi, atau penutupan yang kurang konsisten dapat membuat proses pengecekan menjadi lebih sulit.

Penggunaan mesin packaging dapat dipertimbangkan ketika proses manual mulai sulit menjaga kecepatan dan konsistensi.

Namun, jenis mesin tetap harus disesuaikan dengan produk dan kemasan yang digunakan. Tidak semua UMKM membutuhkan sistem yang sama.

Hitung Kebutuhan Packaging Sebelum Produksi

Sebelum memulai produksi untuk pesanan ekspor, buat perhitungan sederhana.

Misalnya, ada pesanan 2.000 produk. Berarti bukan hanya bahan baku yang harus tersedia. Kemasan, label, material pendukung, dan kapasitas proses packing juga harus disiapkan.

Dengan menghitung kebutuhan dari awal, risiko kehabisan kemasan atau keterlambatan proses packing bisa dikurangi.

Hal ini juga membantu UMKM mengetahui apakah proses yang sekarang masih cukup atau sudah membutuhkan tambahan peralatan.

Jangan Menunggu Pesanan Besar Baru Berbenah

Persiapan packaging sebaiknya dilakukan sebelum volume produksi benar-benar melonjak.

Kalau selama ini proses masih manual, lakukan evaluasi dari sekarang. Catat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu batch, berapa orang yang terlibat, dan berapa banyak produk yang bisa dikemas dalam satu hari.

Dari data tersebut, UMKM bisa mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki terlebih dahulu.

Mesin Packaging Bisa Menjadi Bagian dari Persiapan

Ketika target produksi semakin besar, mesin packaging Bali dapat membantu menangani proses yang sebelumnya membutuhkan banyak waktu dan tenaga.

Namun, pembelian mesin sebaiknya tetap berdasarkan kebutuhan. Jenis produk, bentuk kemasan, kapasitas produksi, dan proses packaging yang ingin dibantu harus menjadi pertimbangan.

Dengan begitu, mesin tidak sekadar menjadi tambahan peralatan, tetapi benar-benar digunakan untuk mendukung kesiapan produksi.

Siapkan Packaging Sebelum Produk Berangkat

Produk UMKM Bali yang mulai dipasarkan ke luar negeri membutuhkan persiapan lebih dari sekadar produk yang siap dijual. Packaging juga harus mampu mengikuti kebutuhan pengiriman dan jumlah pesanan.

Mulai dari memilih kemasan sesuai produk, memastikan proses penutupan, menghitung kapasitas packing, sampai mempertimbangkan penggunaan mesin ketika produksi meningkat.

Semakin awal proses packaging dievaluasi, semakin mudah bagi UMKM menyesuaikan diri ketika pesanan mulai bertambah.

Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produk dan kapasitas usaha, kunjungi Website Resmi POWERPACK.

BALI

Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239

(021) 2951 4991

0812-1323-9988

Hai! Selamat datang di website POWERPACK!

Pomin siap membantu Anda. Jangan ragu untuk memberi tahu Pomin kebutuhan kamu.

Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami