Sudah Tahu Mau Beli Mesin? Jangan Langsung Pilih Kapasitas
Saat mencari mesin packaging, angka kapasitas biasanya menjadi salah satu hal pertama yang dilihat.
Misalnya ada mesin yang mampu mengemas ratusan pack per jam. Kelihatannya menarik, tetapi apakah kapasitas tersebut memang sesuai dengan kebutuhan usaha?
Sebelum menentukan kapasitas mesin packing, ada beberapa data yang sebaiknya disiapkan terlebih dahulu.
Dengan begitu, mesin yang dipilih benar-benar berdasarkan kebutuhan produksi.
1. Catat Berapa Pack yang Dikemas Setiap Hari
Mulai dari jumlah yang paling sederhana.
Berapa pack yang harus selesai dalam satu hari?
Jangan hanya menggunakan target penjualan. Lihat juga jumlah produk yang benar-benar diproduksi dan dikemas.
Misalnya dalam kondisi normal usaha mengemas 300 pack per hari, tetapi saat pesanan meningkat bisa mencapai 500 pack.
Data seperti ini akan membantu menentukan kapasitas mesin yang dibutuhkan.
2. Hitung Waktu Efektif untuk Packing
Jumlah pack saja belum cukup.
Cari tahu berapa jam yang benar-benar tersedia untuk proses packing.
Misalnya ada target 500 pack per hari, tetapi waktu efektif untuk packing hanya 4 jam.
Artinya, rata-rata perlu menyelesaikan sekitar 125 pack per jam.
Angka sederhana seperti ini bisa menjadi acuan awal ketika membandingkan kapasitas beberapa mesin.
3. Kenali Jenis Produk yang Dikemas
Setiap produk memiliki karakter berbeda.
Produk cair, bubuk, granular, dan padat tidak selalu menggunakan sistem packaging yang sama.
Contohnya, kebutuhan mesin untuk mengemas sambal tentu berbeda dengan mesin untuk mengemas kopi bubuk atau makanan ringan.
Jadi, saat mencari mesin packaging Bali, jangan hanya menyebut jumlah pack.
Jenis produknya juga perlu dijelaskan.
4. Tentukan Ukuran dan Bentuk Kemasan
Ukuran isi dan bentuk kemasan juga perlu dicatat.
Apakah satu kemasan berisi 50 gram, 100 gram, atau 500 gram?
Kemudian, apakah menggunakan sachet, pouch, botol, atau jenis kemasan lainnya?
Informasi tersebut membantu menentukan jenis mesin yang sesuai sekaligus memperjelas kapasitas yang sebenarnya dibutuhkan.
5. Hitung Berapa Banyak Varian Produk
UMKM yang memiliki beberapa SKU juga perlu memperhatikan hal ini.
Misalnya satu produk menggunakan kemasan 100 gram, sementara produk lain menggunakan ukuran 250 gram.
Kalau satu mesin akan digunakan untuk beberapa produk, perhatikan apakah pergantian ukuran dan pengaturannya sesuai dengan alur kerja yang diinginkan.
Jangan sampai kapasitas mesin terlihat sesuai, tetapi proses pergantian produk justru memakan banyak waktu.
Kapasitas Mesin Tidak Harus Sebesar Mungkin
Setelah semua data terkumpul, barulah kapasitas mesin bisa dibandingkan.
Tujuannya bukan mencari mesin dengan angka kapasitas paling tinggi.
Yang dicari adalah kapasitas yang mampu mengikuti kebutuhan produksi dengan tetap mempertimbangkan rencana pertumbuhan usaha.
Mesin yang terlalu kecil bisa membuat packing menjadi hambatan. Sebaliknya, kapasitas yang terlalu besar juga belum tentu digunakan secara maksimal.
Buat Data Packing Sesederhana Mungkin
Sebelum mencari mesin, minimal siapkan:
- Jumlah pack per hari.
- Target produksi saat pesanan meningkat.
- Jam kerja efektif untuk packing.
- Jenis produk.
- Berat atau volume per kemasan.
- Bentuk dan ukuran kemasan.
- Jumlah SKU yang akan dikemas.
Data tersebut akan membuat proses memilih kapasitas mesin packing menjadi jauh lebih terarah.
Untuk melihat pilihan mesin pengemasan yang dapat disesuaikan dengan jenis produk dan kebutuhan produksi, kamu bisa melihat Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988