Sama-Sama Produk Makanan, Mesinnya Belum Tentu Sama
Pelaku usaha makanan di Bali punya produk yang beragam.
Ada yang menjual sambal, saus, kopi bubuk, bumbu, gula, kacang, keripik, sampai produk makanan lainnya.
Sekilas semuanya sama-sama perlu dikemas.
Tapi proses packaging-nya belum tentu sama.
Karakter produk menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih mesin packaging berdasarkan produk.
Produk Cair Membutuhkan Sistem yang Berbeda
Sambal, saus, kecap, minyak, dan produk cair lainnya perlu melalui proses pengisian ke dalam kemasan.
Kekentalannya juga bisa berbeda.
Cairan yang mudah mengalir tentu memiliki karakter berbeda dengan saus yang lebih kental atau memiliki partikel tertentu.
Karena itu, mesin filling untuk produk cair perlu disesuaikan dengan karakter produk dan ukuran isi yang ingin dikemas.
Jangan hanya melihat berapa banyak kemasan yang bisa diisi per menit.
Produk Bubuk Juga Punya Tantangan Sendiri
Bumbu bubuk, kopi bubuk, tepung, dan produk sejenis memiliki karakter yang berbeda dari produk cair.
Ada bubuk yang mudah mengalir, ada yang halus dan mudah menghasilkan debu, dan ada yang cenderung menggumpal.
Hal tersebut bisa memengaruhi proses pengisian.
Ukuran kemasan juga perlu diperhatikan, terutama jika produk akan dijual dalam bentuk sachet dengan takaran tertentu.
Produk Granular Tidak Bisa Disamakan Begitu Saja
Gula, garam, kacang, biji-bijian, dan produk granular lainnya juga memiliki karakter masing-masing.
Ukuran partikel, bentuk, berat, dan cara produk mengalir bisa berbeda.
Misalnya kacang memiliki bentuk yang jauh berbeda dengan gula pasir.
Walaupun sama-sama dimasukkan ke dalam kemasan, sistem pengisiannya belum tentu bisa menggunakan pengaturan yang sama.
Kemasan Ikut Menentukan Mesin
Selain karakter produk, bentuk kemasan juga perlu diperhatikan.
Apakah produk akan menggunakan sachet, pouch, botol, atau jenis kemasan lainnya?
Ukuran kemasan dan jumlah isi juga berpengaruh terhadap proses packaging.
Jadi, sebelum mencari mesin packing, setidaknya tentukan tiga hal:
- Produk apa yang akan dikemas?
- Berapa ukuran atau berat isi?
- Jenis kemasan apa yang digunakan?
Dari sini kebutuhan mesin akan lebih mudah ditentukan.
Kalau Punya Banyak Produk, Bagaimana?
Pelaku usaha di Bali yang memiliki beberapa produk tidak selalu harus memiliki satu mesin untuk setiap produk.
Yang perlu dilihat adalah apakah karakter produknya memungkinkan untuk menggunakan sistem mesin yang sama.
Perhatikan juga ukuran kemasan, target produksi, dan frekuensi pergantian produk.
Kalau produk memiliki karakter yang sangat berbeda, kebutuhan mesinnya bisa berbeda pula.
Karena itu, lebih baik mengevaluasi setiap produk terlebih dahulu daripada menganggap satu mesin pasti cocok untuk semuanya.
Jangan Pilih Mesin Hanya karena Kapasitasnya Besar
Kapasitas memang penting, terutama ketika produksi sudah meningkat.
Tapi mesin dengan kapasitas tinggi belum tentu cocok jika sistem pengisian atau kemasannya tidak sesuai dengan produk.
Untuk UMKM, kecocokan mesin dengan produk justru perlu menjadi pertimbangan awal.
Setelah itu baru lihat kapasitas, kecepatan, ruang produksi, dan kebutuhan tenaga kerja.
Mulai dari Produk yang Paling Banyak Diproduksi
Kalau masih bingung menentukan mesin, mulai dari produk dengan volume produksi paling tinggi.
Misalnya usaha memiliki sambal, bumbu bubuk, dan keripik, tetapi sambal menyumbang jumlah produksi paling besar.
Evaluasi terlebih dahulu proses packaging sambal tersebut.
Cari tahu bagian mana yang paling lambat dan mesin seperti apa yang dapat membantu.
Dengan pendekatan ini, mesin packaging berdasarkan produk dipilih berdasarkan kebutuhan nyata usaha, bukan sekadar karena satu mesin terlihat bisa digunakan untuk banyak hal.
Untuk melihat pilihan mesin pengemasan sesuai karakter produk dan kebutuhan produksi, kamu bisa melihat Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988