Produk Sudah Siap, Tapi Kemasan Masih Berantakan?
Produk makanan Bali yang enak tentu jadi modal utama untuk berkembang.
Tapi ketika produk mulai dijual lebih luas, pelanggan tidak hanya melihat rasanya. Kemasan juga ikut diperhatikan.
Masalahnya, banyak UMKM masih melakukan proses packaging secara manual. Selama jumlah produksi masih sedikit, cara ini mungkin tidak terlalu terasa.
Namun ketika pesanan mulai bertambah, hasil kemasan bisa menjadi tidak konsisten. Ada yang posisinya kurang rapi, ukuran isi berbeda, atau bagian penutupnya tidak seragam.
Kalau kondisi seperti ini mulai sering terjadi, mungkin sudah waktunya mengevaluasi proses packaging.
Kemasan Makanan Bali Perlu Konsisten
Kemasan yang rapi bukan berarti harus menggunakan desain yang mahal.
Yang lebih penting adalah hasil akhirnya konsisten.
Misalnya, setiap kemasan memiliki ukuran isi yang sesuai, posisi produk terlihat rapi, dan bagian penutup tertutup dengan baik.
Konsistensi seperti ini semakin penting ketika produk mulai masuk toko oleh-oleh, reseller, atau dikirim ke pelanggan di luar Bali.
Produk yang sama sebaiknya tetap terlihat sama meskipun dikemas dalam jumlah banyak.
Produksi Bertambah, Pekerjaan Packing Ikut Bertambah
Coba bayangkan sebuah UMKM di Bali yang awalnya hanya memproduksi 50 kemasan per hari.
Kemudian pesanan meningkat menjadi 200 atau 500 kemasan.
Produk yang dibuat memang masih sama, tetapi waktu yang dibutuhkan untuk mengemas tentu berbeda.
Kalau setiap proses dilakukan satu per satu, bagian packaging bisa menjadi pekerjaan yang cukup menyita waktu.
Apalagi kalau proses pengisian, penutupan, dan pengecekan masih dilakukan secara manual.
Kapan Mesin Pengemas Mulai Dibutuhkan?
Tidak semua UMKM harus langsung membeli mesin sejak awal.
Mesin pengemas mulai layak dipertimbangkan ketika proses manual sudah mulai menghambat produksi.
Beberapa tanda yang bisa diperhatikan:
- Waktu packing semakin lama.
- Jumlah kemasan yang harus dibuat terus meningkat.
- Hasil kemasan sering berbeda-beda.
- Pekerja terlalu banyak menghabiskan waktu untuk proses packing.
- Pesanan sudah mulai sulit dikejar dengan cara manual.
Kalau beberapa kondisi tersebut mulai terjadi, penggunaan mesin packaging UMKM Bali bisa menjadi salah satu pilihan untuk membuat proses lebih teratur.
Pilih Mesin Sesuai Jenis Produk
Mesin packaging tidak bisa disamaratakan untuk semua produk.
Produk bubuk, cair, makanan ringan, hingga produk yang membutuhkan proses vacuum memiliki kebutuhan yang berbeda.
Karena itu, sebelum memilih mesin pengemas, tentukan terlebih dahulu jenis produk, bentuk kemasan, ukuran isi, dan jumlah produksi yang ingin dicapai.
Dari situ, barulah bisa ditentukan proses packaging mana yang memang perlu dibantu mesin.
Kemasan Rapi, Produksi Juga Lebih Siap
Kalau produk Bali sudah mulai berkembang, jangan hanya fokus menambah jumlah produksinya.
Lihat juga apakah proses packaging mampu mengikuti pertumbuhan tersebut.
Kemasan makanan Bali yang rapi dan konsisten dapat membantu produk terlihat lebih siap ketika masuk ke pasar yang lebih luas.
Kalau proses manual sudah mulai menjadi hambatan, kamu bisa melihat pilihan mesin packaging UMKM Bali dari Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988