Mau Ganti Kemasan Produk?
Pouch, sachet, dan botol sama-sama banyak digunakan untuk produk makanan.
Tapi tidak berarti semua produk bisa menggunakan bentuk kemasan yang sama.
UMKM makanan di Bali yang ingin mengembangkan produk sebaiknya mengenali karakter produknya terlebih dahulu.
Karena pilihan kemasan nantinya juga akan berpengaruh pada proses filling, sealing, sampai mesin yang digunakan.
Pouch Cocok untuk Produk Apa?
Pouch tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk.
Kemasan ini bisa digunakan untuk produk cair, semi cair, bubuk, hingga beberapa jenis makanan ringan.
Namun, jenis pouch dan sistem pengisiannya tetap harus disesuaikan dengan produk.
Misalnya produk sambal membutuhkan proses filling yang berbeda dengan produk bubuk.
Kalau ingin menggunakan pouch dalam jumlah produksi yang lebih banyak, kebutuhan mesin packaging pouch Bali juga perlu disesuaikan dengan bentuk kemasan dan ukuran isi.
Kapan Menggunakan Sachet?
Sachet sering digunakan untuk produk dengan ukuran sekali pakai.
Contohnya bumbu, saus, sambal, kopi, atau produk makanan lainnya dengan ukuran isi yang relatif kecil.
Keuntungan utamanya adalah produk lebih mudah dibawa dan praktis untuk konsumen.
Untuk produksi dalam jumlah banyak, mesin sachet dapat membantu proses pengisian dan penutupan agar lebih teratur.
Tetapi sekali lagi, jenis produk dan ukuran isi perlu diketahui terlebih dahulu sebelum memilih mesin.
Bagaimana dengan Botol?
Botol banyak digunakan untuk produk cair seperti saus, kecap, sambal, atau minuman tertentu.
Selain bentuk botol, proses pengisian juga perlu diperhatikan.
Produk cair dengan tingkat kekentalan berbeda bisa membutuhkan sistem filling yang berbeda pula.
Karena itu, mesin filling botol sebaiknya dipilih berdasarkan karakter cairan, ukuran botol, volume isi, dan target produksi.
Jangan Pilih Mesin Sebelum Tentukan Kemasan
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah memilih mesin terlebih dahulu, kemudian baru mencari kemasan yang cocok.
Padahal urutannya bisa dibuat sebaliknya.
Tentukan dulu:
- Produk apa yang akan dikemas?
- Cair, bubuk, atau padat?
- Berapa ukuran isi yang diinginkan?
- Pouch, sachet, atau botol?
- Berapa jumlah produksi per hari?
- Proses mana yang ingin dibuat lebih cepat?
Setelah itu, barulah cari mesin yang sesuai.
Setiap Produk Punya Kebutuhan Berbeda
Misalnya dua UMKM sama-sama menjual produk makanan cair.
Yang satu menggunakan pouch 100 ml, sedangkan yang lainnya menggunakan botol 250 ml.
Kebutuhan proses packaging keduanya tentu tidak harus sama.
Begitu juga dengan produk bubuk yang dikemas dalam sachet kecil.
Jadi, jangan hanya melihat kapasitas mesin. Pastikan sistem mesin memang cocok dengan produk dan kemasan yang digunakan.
Packaging yang Tepat Dimulai dari Produknya
Memilih kemasan bukan hanya soal bentuk yang terlihat menarik.
Karakter produk, ukuran isi, cara distribusi, sampai kemampuan produksi perlu ikut dipertimbangkan.
Setelah bentuk kemasan sudah ditentukan, barulah kebutuhan mesin packaging bisa lebih mudah dipetakan.
Kalau kamu sedang mencari mesin packaging pouch Bali atau mesin untuk kebutuhan sachet dan filling, kamu bisa melihat pilihan mesin di Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988