Menjual oleh-oleh Bali ke luar pulau memang bisa membuka pasar yang lebih luas. Produk yang awalnya hanya dibeli wisatawan saat liburan bisa ikut dipesan pelanggan dari Jawa dan daerah lainnya.
Tapi ada satu hal yang jangan sampai disepelekan: kondisi kemasan saat produk sampai di tangan pelanggan.
Kalau kemasan bocor, terbuka, atau rusak selama perjalanan, produk bisa ikut bermasalah. Karena itu, proses penutupan kemasan perlu diperhatikan sejak awal.
Kemasan Sudah Bagus, Tapi Bisa Bocor Saat Dikirim
Desain kemasan yang menarik memang penting, tapi tidak menjamin kemasan aman selama pengiriman.
Produk akan melewati proses pemindahan, penataan, dan perjalanan yang cukup panjang. Kalau bagian penutupnya kurang rapat, risiko kemasan terbuka atau bocor bisa lebih besar.
Apalagi untuk produk makanan yang memiliki minyak, saus, atau bahan dengan kadar cairan tertentu.
Cek Bagian Segelnya
Sebelum produk dikirim, coba perhatikan hasil segel pada setiap kemasan.
Apakah tertutup dengan rata? Apakah ada bagian yang mudah terbuka? Apakah hasilnya konsisten dari satu kemasan ke kemasan lainnya?
Kalau masih dilakukan manual, hasilnya bisa berbeda-beda tergantung cara dan tekanan saat menutup kemasan.
Saat jumlah produk masih sedikit mungkin tidak terlalu terasa. Tapi ketika pengiriman sudah mencapai ratusan kemasan, hal ini mulai perlu diperhatikan.
Pengiriman ke Jawa Butuh Persiapan Lebih
Mengirim produk dari Bali ke Jawa tentu berbeda dengan menjualnya langsung kepada pelanggan di sekitar tempat produksi.
Produk membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai dan bisa mengalami lebih banyak proses selama perjalanan.
Karena itu, kemasan perlu dipersiapkan agar mampu menjaga produk tetap dalam kondisi baik sampai tujuan. Proses penutupan menjadi salah satu bagian yang tidak boleh dilewatkan.
Kapan Perlu Mesin Sealing?
Tidak semua usaha langsung membutuhkan mesin.
Kalau jumlah produksi masih sedikit dan proses manual masih bisa dikontrol dengan baik, cara tersebut mungkin masih cukup.
Tapi kalau jumlah kemasan sudah banyak dan hasil penutupan sering berbeda-beda, mesin sealing bisa mulai dipertimbangkan untuk membantu membuat proses lebih konsisten.
Sesuaikan dengan Jenis Kemasan
Sebelum memilih mesin packaging oleh-oleh Bali, perhatikan juga jenis kemasan yang digunakan.
Kemasan pouch, plastik, atau jenis kemasan lainnya bisa memiliki kebutuhan penutupan yang berbeda. Ukuran dan material kemasan juga perlu diperhatikan.
Jadi jangan hanya mencari mesin berdasarkan nama produknya. Lihat juga kemasan yang benar-benar digunakan sehari-hari.
Oleh-Oleh Bali Mulai Banyak Pesanan dari Luar Pulau?
Kalau pesanan mulai datang dari pelanggan di Jawa, Sumatra, atau daerah lainnya, coba evaluasi kembali proses packing.
Berapa banyak kemasan yang harus disiapkan setiap hari? Berapa lama proses penutupan? Berapa banyak produk yang harus diperiksa ulang?
Kalau sebagian besar waktu habis untuk proses tersebut, mungkin sudah saatnya mempertimbangkan bantuan mesin.
Jangan Sampai Produk Bagus Rusak di Perjalanan
Produk oleh-oleh sudah dibuat dengan baik, tetapi semuanya bisa jadi sia-sia kalau kemasannya bermasalah saat pengiriman.
Karena itu, packaging bukan hanya soal membuat produk terlihat menarik. Cara menutup dan menyiapkan kemasan juga perlu disesuaikan dengan jalur penjualan yang digunakan.
Semakin jauh produk dikirim, semakin penting proses packing dilakukan dengan rapi dan konsisten.
Mulai dari Bagian yang Paling Bermasalah
Tidak perlu langsung mengganti seluruh sistem packaging.
Kalau masalah utama ada di bagian penutupan kemasan, fokus dulu pada proses tersebut. Evaluasi jenis kemasan yang digunakan, cara penutupan, kapasitas produksi, lalu pilih mesin yang sesuai.
Dengan begitu, penggunaan mesin packaging bisa benar-benar membantu usaha oleh-oleh Bali saat mulai memperluas pasar ke luar pulau.
Untuk melihat pilihan mesin packaging dan mesin sealing untuk kebutuhan produk makanan, kunjungi Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988