Bagi UMKM makanan di Bangka Belitung, penggunaan mesin packaging bisa membantu ketika jumlah produk yang harus dikemas mulai meningkat. Namun, bukan berarti setiap usaha harus langsung membeli mesin dengan kapasitas besar.
Justru, langkah pertama adalah melihat proses packaging yang sedang dilakukan dan bagian mana yang paling membutuhkan bantuan mesin.
Mulai dari Produk yang Dikemas
Jenis produk menjadi pertimbangan pertama sebelum memilih mesin packaging.
Produk cair seperti sambal, saus, kecap, atau minyak tentu membutuhkan proses pengisian yang berbeda dengan kopi bubuk, bumbu, keripik, maupun makanan kering.
Bentuk kemasan juga perlu diperhatikan. Apakah menggunakan pouch, sachet, botol, atau jenis kemasan lainnya?
Dari sini, pilihan mesin akan lebih mudah dipersempit.
Lihat Proses Packaging yang Paling Lambat
Tidak semua bagian packaging harus langsung menggunakan mesin.
Coba perhatikan proses sehari-hari. Apakah pengisian produk masih dilakukan satu per satu? Apakah penutupan kemasan membuat produk menumpuk? Atau justru jumlah produk yang harus dikemas sudah terlalu banyak untuk dikerjakan secara manual?
Bagian yang paling sering membuat pekerjaan terhambat bisa menjadi prioritas pertama untuk dibantu mesin.
Dengan begitu, pembelian mesin tidak sekadar menambah peralatan, tetapi memang menyelesaikan masalah yang ada di proses produksi.
Sesuaikan dengan Kapasitas Produksi
UMKM dengan produksi 100 kemasan per hari tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan usaha yang sudah mencapai ribuan kemasan.
Karena itu, jangan hanya melihat kapasitas mesin. Hitung juga berapa banyak produk yang perlu dikemas setiap hari dan bagaimana target produksi beberapa waktu ke depan.
Mesin dengan kapasitas terlalu besar bisa membuat investasi menjadi kurang efisien. Sebaliknya, mesin dengan kapasitas terlalu kecil dapat kembali menjadi hambatan ketika pesanan meningkat.
Perhatikan Ukuran dan Bentuk Kemasan
Selain produk, ukuran kemasan juga perlu dicocokkan dengan mesin yang akan digunakan.
Misalnya, satu UMKM memiliki kemasan kecil untuk penjualan eceran dan kemasan yang lebih besar untuk reseller. Kebutuhan keduanya bisa berbeda.
Karena itu, sebelum mencari mesin packing UMKM, siapkan informasi mengenai jenis kemasan, ukuran kemasan, isi produk, dan target jumlah pengemasan.
Semakin jelas datanya, semakin mudah menentukan mesin yang benar-benar sesuai.
Tidak Harus Langsung Otomatis
Bagi UMKM yang baru mulai menggunakan mesin, pembelian tidak harus dilakukan sekaligus.
Jika satu proses sudah menjadi bottleneck, fokus terlebih dahulu pada proses tersebut. Setelah produksi berkembang, kebutuhan mesin berikutnya bisa ditambahkan secara bertahap.
Cara ini membuat investasi lebih terukur dan mesin yang dibeli benar-benar digunakan dalam kegiatan produksi sehari-hari.
Kenali Pilihan Mesin Packaging
Setelah mengetahui jenis produk, kemasan, kapasitas, dan proses yang ingin diperbaiki, barulah mulai membandingkan pilihan mesin pengemas.
Untuk UMKM dengan produk yang berbeda-beda, kebutuhan mesinnya juga tidak selalu sama. Karena itu, melihat mesin secara langsung dapat membantu memahami apakah kapasitas, ukuran, dan sistem kerjanya sesuai dengan kebutuhan usaha.
Pelaku UMKM Bangka Belitung yang ingin mengenal pilihan mesin POWERPACK dapat melihat berbagai mesin packaging melalui showroom POWERPACK Jakarta.
Untuk melihat pilihan mesin packaging sesuai kebutuhan usaha, kunjungi Website Resmi POWERPACK
Lokasi
Jl. Kamal Muara VII, Sentra Industri Terpadu Tahap III, Blok H No. 6, Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara – 14470