Mau Tingkatkan Kapasitas Packing? Kenali Pilihan POWERPACK

15 September 2026 | 11:56 WIB
Artikel oleh : Powerpack Indonesia

Mesin powerpack

Ketika jumlah pesanan mulai naik, kapasitas packing biasanya ikut jadi perhatian. Produk yang harus dikemas semakin banyak, sementara waktu kerja tetap sama.

Kalau sebelumnya packing masih bisa dilakukan secara manual, peningkatan jumlah pesanan bisa membuat prosesnya mulai memakan waktu lebih lama.

Sebelum menambah kapasitas, coba lihat dulu bagian packing mana yang paling membutuhkan bantuan.

Hitung Berapa Banyak Kemasan yang Harus Diproses

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah jumlah kemasan.

Misalnya usaha sebelumnya hanya mengemas 100 produk per hari, kemudian meningkat menjadi 300 produk. Artinya, waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk packing juga ikut bertambah.

Dari jumlah tersebut, usaha bisa mulai menghitung berapa banyak kemasan yang harus diselesaikan dalam satu jam atau satu hari.

Angka ini bisa menjadi dasar untuk menentukan kapasitas mesin yang dibutuhkan.

Tidak Harus Memilih Mesin dengan Kapasitas Terbesar

Kapasitas mesin memang penting, tetapi bukan berarti semakin besar selalu semakin baik.

Mesin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan produksi saat ini dan rencana pengembangan usaha. Kalau kapasitasnya terlalu jauh di atas kebutuhan, investasi yang dikeluarkan juga bisa menjadi kurang tepat.

Sebaliknya, jangan sampai kapasitas mesin terlalu kecil sehingga proses packing tetap lambat ketika jumlah pesanan meningkat.

Tentukan Proses yang Ingin Dipercepat

Kebutuhan setiap usaha bisa berbeda.

Ada yang paling banyak menghabiskan waktu pada proses pengisian produk ke kemasan. Ada juga yang membutuhkan bantuan pada proses sealing, vacuum, atau penimbangan.

Karena itu, tentukan dulu pekerjaan mana yang paling sering membuat packing menumpuk.

POWERPACK memiliki berbagai pilihan mesin packaging, seperti mesin filling, sealer, vacuum, dan weigher yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses pengemasan.

Perhatikan Jenis Produk dan Kemasan

Selain jumlah produk, jenis produk juga perlu diperhatikan.

Bentuk produk, ukuran isi, material kemasan, dan cara pengemasannya akan menentukan jenis mesin yang sesuai.

Mesin untuk mengemas produk cair tentu bisa berbeda dengan kebutuhan produk padat atau bubuk. Jadi, jangan hanya melihat kapasitas mesin tanpa mempertimbangkan proses packing yang sebenarnya dilakukan.

Kapasitas Packing Harus Mengikuti Produksi

Jangan sampai produksi sudah meningkat, tetapi kapasitas packing masih sama seperti sebelumnya.

Kondisi ini bisa membuat produk yang sudah selesai diproduksi harus menunggu sebelum dikemas dan dikirim.

Dengan kapasitas packing yang sesuai, alur kerja bisa dibuat lebih seimbang antara produksi, pengemasan, dan pengiriman.

Kapan Saatnya Menambah Kapasitas?

Peningkatan kapasitas packing mulai layak dipertimbangkan ketika:

  • Jumlah kemasan terus bertambah
  • Waktu packing semakin panjang
  • Tenaga kerja banyak tersita untuk pengemasan
  • Produk menunggu terlalu lama sebelum dikemas
  • Pesanan mulai sulit diselesaikan sesuai jadwal
  • Usaha memiliki target produksi yang lebih besar

Tidak harus langsung melakukan upgrade besar-besaran. Mulai dari proses yang paling membutuhkan bantuan, kemudian sesuaikan kapasitas mesin dengan perkembangan usaha.

Kenali Pilihan Mesin POWERPACK

Meningkatkan kapasitas packing bukan hanya soal membeli mesin dengan kapasitas tinggi. Yang lebih penting adalah memilih mesin yang sesuai dengan produk, kemasan, proses, dan jumlah produksi.

Dengan mengetahui kebutuhan tersebut sejak awal, usaha di Lampung bisa lebih mudah menentukan pilihan mesin pengemas yang tepat.

Untuk melihat pilihan mesin packaging POWERPACK dan mendapatkan informasi mengenai kebutuhan pengemasan usaha Anda, kunjungi showroom POWERPACK di Jakarta.

https://powerpack.co.id/

Hai! Selamat datang di website POWERPACK!

Pomin siap membantu Anda. Jangan ragu untuk memberi tahu Pomin kebutuhan kamu.

Hello! What can I do for you?
×
Hubungi Kami