Packing Lama Belum Tentu Karena Semua Proses Lambat
Produk sudah selesai dibuat, tapi kok belum juga siap dijual?
Bisa jadi masalahnya bukan di proses produksi, melainkan di bagian packing.
Dalam satu alur packaging, ada beberapa pekerjaan yang harus dilakukan. Mulai dari menyiapkan kemasan, mengisi produk, menutup kemasan, memberi label, sampai memasukkan produk ke kardus.
Kalau salah satu proses jauh lebih lama dibandingkan yang lain, bagian tersebut bisa menjadi titik yang memperlambat seluruh pekerjaan.
Coba Hitung Waktu Setiap Proses
Sebelum mencari mesin packaging Bali, coba catat dulu waktu yang dibutuhkan untuk setiap tahap.
Misalnya dalam satu hari harus menyiapkan 500 kemasan.
Berapa lama waktu untuk mengisi?
Berapa lama untuk menutup kemasan?
Berapa lama untuk memberikan label?
Dari sini akan terlihat bagian mana yang paling banyak menghabiskan waktu.
Tidak perlu langsung menghitung secara rumit. Catatan sederhana selama beberapa hari saja sudah bisa memberikan gambaran mengenai proses yang paling lambat.
Jangan Langsung Mengganti Semua Proses
Kalau masalahnya ada di proses pengisian, belum tentu mesin untuk proses lain yang harus dibeli.
Begitu juga jika bagian yang paling lama adalah penutupan kemasan.
Fokus terlebih dahulu pada proses yang benar-benar menjadi hambatan.
Cara seperti ini membuat penggunaan mesin lebih terarah. Usaha tidak perlu mengubah seluruh alur kerja hanya karena satu bagian membutuhkan bantuan mesin.
Sesuaikan Mesin dengan Produk dan Kemasan
Setelah menemukan proses yang paling lambat, baru lihat pilihan mesinnya.
Jenis produk sangat menentukan.
Produk cair membutuhkan sistem pengisian yang berbeda dengan produk bubuk. Produk padat juga memiliki kebutuhan tersendiri.
Begitu pula dengan kemasan. Pouch, sachet, botol, dan jenis kemasan lainnya tidak selalu menggunakan mesin yang sama.
Jadi, jangan memilih mesin hanya karena melihat kapasitas produksinya terlihat tinggi.
Pastikan mesin tersebut memang cocok dengan produk dan proses yang ingin diperbaiki.
Efisiensi Packing Bukan Berarti Harus Serba Mesin
Untuk usaha kecil dan menengah, beberapa proses manual masih bisa sangat efektif.
Yang menjadi masalah adalah ketika pekerjaan manual mulai membuat produk menumpuk atau pesanan terlambat diselesaikan.
Contohnya, produksi sudah mampu menghasilkan 1.000 produk sehari, tetapi bagian packing hanya mampu menyelesaikan 500 kemasan.
Artinya, kapasitas produksi dan packaging sudah tidak seimbang.
Di kondisi seperti inilah penggunaan mesin UMKM bisa mulai dipertimbangkan untuk membantu proses yang paling membutuhkan tambahan kapasitas.
Lihat Alur Packing Secara Keseluruhan
Setelah satu proses diperbaiki, jangan lupa melihat kembali alurnya.
Misalnya proses filling sudah lebih cepat. Apakah bagian sealing masih mampu mengimbanginya?
Kalau pengisian semakin cepat tetapi proses penutupan tetap lambat, hambatannya hanya berpindah ke tahap berikutnya.
Karena itu, efisiensi packing sebaiknya dilihat dari keseluruhan alur, bukan hanya dari satu mesin.
Mulai dari Masalah yang Paling Terlihat
Tidak perlu menunggu usaha menjadi besar untuk mengevaluasi proses packaging.
Kalau setiap hari ada bagian packing yang terasa paling melelahkan, paling lama, atau sering membuat produk menumpuk, mulai dari sana.
Catat prosesnya, hitung waktunya, lalu tentukan apakah bantuan mesin memang diperlukan.
Dengan begitu, pemilihan mesin packaging Bali bisa lebih sesuai dengan kebutuhan usaha dan bukan sekadar mengikuti kapasitas mesin yang terlihat besar.
Untuk melihat pilihan mesin packaging sesuai jenis produk dan kebutuhan produksi, kamu bisa melihat Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988