Saus Sudah Jadi, Tapi Packaging Belum Tentu Siap
Membuat saus untuk dijual dalam botol kelihatannya sederhana.
Produk selesai dibuat, lalu dimasukkan ke botol dan siap dipasarkan.
Padahal, ketika jumlah produksi mulai banyak, proses packaging bisa menjadi pekerjaan yang cukup menyita waktu. Apalagi jika pengisian masih dilakukan secara manual dan setiap botol harus diperiksa satu per satu.
Untuk UMKM di Bali yang mulai mengembangkan produk saus, bagian ini sebaiknya sudah dipikirkan sejak awal.
Filling Sering Jadi Bagian yang Terlupakan
Ketika mempersiapkan produk saus botol, perhatian biasanya lebih banyak diberikan pada resep, rasa, desain label, dan jenis botol.
Sementara proses filling justru baru dipikirkan ketika produksi sudah berjalan.
Padahal, pengisian menentukan bagaimana produk masuk ke dalam botol dan seberapa konsisten volume setiap kemasan.
Kalau dilakukan manual, satu botol dengan botol lainnya bisa membutuhkan pengecekan ulang. Semakin banyak botol yang harus diisi, pekerjaan ini tentu semakin terasa.
Di sinilah mesin filling saus Bali mulai relevan untuk dipertimbangkan.
Saus Tidak Selalu Memiliki Kekentalan yang Sama
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah karakter saus.
Saus sambal, saus tomat, saus bumbu, atau produk sejenis dapat memiliki tingkat kekentalan yang berbeda.
Karakter tersebut perlu diperhitungkan ketika menentukan proses filling.
Jangan sampai mesin hanya dipilih berdasarkan jumlah botol per menit tanpa mempertimbangkan jenis saus yang akan dikemas.
Karena itu, saat mencari mesin, informasi mengenai produk harus disampaikan dengan jelas.
Ukuran Botol Juga Perlu Diperhatikan
Selain sausnya, botol yang digunakan juga berpengaruh.
Misalnya produk akan dijual dalam beberapa ukuran untuk konsumen yang berbeda. Ada botol kecil untuk penjualan satuan dan ukuran lebih besar untuk kebutuhan keluarga, restoran, atau reseller.
Variasi tersebut perlu dipertimbangkan dalam proses packaging.
Semakin banyak ukuran botol yang digunakan, semakin penting memastikan sistem filling dapat mengikuti kebutuhan produksi.
Jangan Hanya Fokus pada Filling
Filling memang menjadi bagian penting, tetapi proses packaging saus tidak berhenti setelah produk masuk ke botol.
Setelah filling, masih ada proses penutupan kemasan dan pelabelan yang perlu diperhatikan.
Kalau pengisian sudah cepat tetapi proses berikutnya masih jauh lebih lambat, bottleneck produksi hanya berpindah ke bagian lain.
Karena itu, lihat alur packaging secara keseluruhan.
Tentukan bagian mana yang paling banyak memakan waktu dan bagian mana yang paling sering menimbulkan pekerjaan berulang.
Hitung Kebutuhan Sebelum Membeli Mesin
Tidak semua usaha saus langsung membutuhkan mesin dengan kapasitas besar.
Kalau produksi masih sedikit, proses manual mungkin masih bisa ditangani.
Namun, ketika jumlah pesanan mulai meningkat, coba hitung kembali waktu yang dibutuhkan untuk mengisi seluruh botol setiap hari.
Beberapa hal yang bisa dicatat:
- Jumlah botol yang diproduksi per hari
- Volume isi setiap botol
- Jenis dan kekentalan saus
- Ukuran botol yang digunakan
- Waktu yang dibutuhkan untuk filling
- Jumlah tenaga kerja yang menangani proses tersebut
Dari data tersebut, kebutuhan mesin bisa ditentukan dengan lebih masuk akal.
Packaging yang Rapi Mendukung Produk Saus
Saus yang rasanya enak tetap membutuhkan packaging yang mendukung.
Botol harus terisi dengan baik, proses penutupan perlu diperhatikan, dan tampilan produk harus tetap rapi ketika masuk ke toko, reseller, atau dikirim ke pelanggan.
Bagi produk saus Bali yang ingin masuk ke pasar oleh-oleh, retail, maupun penjualan online, proses packaging semakin penting ketika jumlah produksi mulai meningkat.
Jadi, jangan tunggu sampai pesanan menumpuk baru mengevaluasi filling.
Untuk melihat pilihan mesin filling saus Bali dan menyesuaikannya dengan karakter produk serta kebutuhan produksi, kunjungi Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988