Kopi Kintamani sudah dikenal sebagai salah satu produk kopi dari Bali. Banyak pelaku usaha mengolahnya menjadi kopi bubuk atau biji kopi yang kemudian dijual dalam kemasan.
Saat mulai masuk ke pasar oleh-oleh, marketplace, coffee shop, atau dikirim ke luar Bali, kemasan tentu menjadi bagian penting. Tapi jangan sampai perhatian hanya berhenti di desain kemasan.
Cara produk tersebut dikemas juga perlu dipikirkan sejak awal.
Tentukan Dulu Kopinya Mau Dijual Seperti Apa
Sebelum memilih mesin packaging kopi Bali, tentukan dulu produk yang akan dijual.
Apakah kopi masih dalam bentuk biji atau sudah digiling? Berapa berat per kemasan? Apakah tersedia satu ukuran atau beberapa ukuran?
Hal-hal sederhana ini akan menentukan kebutuhan packaging yang digunakan.
Kemasan Kopi Bukan Sekadar Tempat Produk
Kopi yang sudah diproduksi perlu dikemas dengan cara yang sesuai supaya produk siap disimpan dan dipasarkan.
Jenis bahan kemasan, ukuran, bentuk kemasan, sampai cara menutupnya perlu diperhatikan.
Kalau produk akan dikirim ke luar Bali, misalnya, kemasan juga perlu dipikirkan supaya sesuai dengan proses penyimpanan dan pengiriman.
Jangan Langsung Pilih Mesin Karena Kapasitasnya Besar
Mesin dengan kapasitas tinggi memang terlihat menarik, tapi belum tentu sesuai untuk semua usaha kopi.
Kalau produksi masih kecil, kapasitas mesin yang terlalu besar bisa saja belum diperlukan. Sebaliknya, kalau jumlah produksi sudah tinggi, mesin dengan kapasitas terlalu kecil bisa membuat proses packing berlangsung lama.
Jadi, hitung dulu berapa kemasan yang biasanya diproduksi dalam sehari.
Ukuran Kemasan Juga Berpengaruh
UMKM kopi sering memiliki beberapa ukuran produk.
Ada kemasan untuk konsumsi sendiri, oleh-oleh, hampers, sampai ukuran yang lebih besar untuk pelanggan bisnis. Setiap ukuran perlu diperhitungkan dalam proses packaging.
Karena itu, sebelum memilih mesin packing kopi, pastikan mesin dan sistem pengemasannya sesuai dengan ukuran kemasan yang memang akan digunakan.
Kalau Produksi Masih Sedikit, Manual Masih Bisa
Tidak semua usaha kopi harus langsung menggunakan mesin.
Untuk produksi yang masih terbatas, proses manual mungkin masih cukup. Mesin mulai terasa manfaatnya ketika jumlah kemasan bertambah dan pekerjaan packing mulai menyita banyak waktu.
Misalnya, dalam satu hari harus menyiapkan ratusan kemasan untuk pesanan toko atau reseller. Di kondisi seperti ini, proses packaging perlu mulai dievaluasi.
Kopi Kintamani Mulai Dijual ke Luar Bali?
Ketika pasar mulai meluas, kebutuhan packaging biasanya ikut berubah.
Produk yang awalnya hanya dijual langsung di Bali bisa mulai dikirim ke pelanggan luar daerah. Ada juga yang masuk marketplace atau dititipkan ke toko oleh-oleh.
Semakin jauh produk dikirim, semakin penting memastikan proses packaging sudah sesuai dengan kebutuhan usaha.
Jangan Lupa Pikirkan Perkembangan Produksi
Mesin yang dipilih sebaiknya tidak hanya dilihat dari kebutuhan hari ini.
Kalau targetnya ingin menambah reseller atau memperluas pasar kopi Kintamani, pertimbangkan juga kemungkinan jumlah produksi meningkat.
Bukan berarti harus langsung membeli mesin dengan kapasitas paling tinggi. Yang penting, mesin masih sesuai dengan perkembangan usaha dan bisa membantu ketika volume produksi mulai naik.
Desain Penting, Tapi Proses Packing Juga
Desain kemasan memang membantu membuat produk terlihat menarik. Tapi setelah desain selesai, produk tetap harus diproduksi dan dikemas dengan rapi.
Karena itu, UMKM kopi Bali sebaiknya melihat packaging dari dua sisi: bagaimana kemasan terlihat dan bagaimana proses mengemasnya bisa berjalan dengan baik.
Dengan begitu, kopi Kintamani yang dijual bukan hanya punya kemasan yang menarik, tetapi juga didukung proses packaging yang sesuai dengan kebutuhan produksi.
Untuk melihat pilihan mesin packaging untuk kebutuhan produk kopi dan makanan, kunjungi Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988