Kopi bubuk Bali mulai banyak diproduksi dan dijual dalam kemasan? Saat jumlah produksi masih sedikit, menimbang dan mengisi kopi secara manual mungkin masih cukup.
Tapi ketika jumlah pesanan meningkat, proses packaging bisa mulai memakan banyak waktu. Karena itu, packaging kopi bubuk Bali perlu disiapkan sesuai dengan produk, ukuran kemasan, dan kapasitas produksi.
Tentukan Berat Kopi per Kemasan
Sebelum memilih mesin, tentukan terlebih dahulu berapa berat kopi yang akan dijual dalam satu kemasan.
Misalnya menggunakan ukuran 100 gram, 250 gram, 500 gram, atau ukuran lainnya.
Berat per kemasan akan berpengaruh pada cara pengisian dan sistem packaging yang digunakan. Semakin jelas ukuran produk yang ingin dijual, semakin mudah menentukan kebutuhan mesin.
Perhatikan Jenis Kemasan
Kopi bubuk bisa dikemas menggunakan berbagai bentuk dan ukuran kemasan. Karena itu, jangan memilih mesin hanya berdasarkan kapasitasnya.
Perhatikan juga:
- Bentuk kemasan
- Ukuran kemasan
- Material kemasan
- Berat isi
- Cara penutupan kemasan
Jenis kemasan yang digunakan akan menentukan proses pengisian dan sealing yang dibutuhkan.
Pengisian Kopi Perlu Konsisten
Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah proses pengisian.
Jika dilakukan secara manual, setiap kemasan perlu ditimbang satu per satu. Ketika jumlah produksi meningkat, pekerjaan ini bisa membutuhkan waktu cukup panjang.
Untuk kondisi tersebut, mesin packaging kopi dapat dipertimbangkan untuk membantu proses pengisian sesuai kebutuhan produksi.
Namun, kapasitas mesin tetap perlu disesuaikan dengan jumlah produk yang ingin dikemas. Tidak perlu langsung memilih mesin dengan kapasitas paling besar.
Perhatikan Proses Sealing
Setelah kopi dimasukkan ke dalam kemasan, tahap berikutnya adalah sealing.
Kemasan perlu ditutup dengan rapi sesuai dengan jenis material yang digunakan. Kalau jumlah kemasan semakin banyak, proses sealing manual juga bisa menjadi pekerjaan yang cukup menyita waktu.
Penggunaan mesin sealer dapat membantu proses penutupan kemasan agar lebih teratur dan konsisten.
Jadi, ketika memilih sistem packaging, jangan hanya memikirkan proses pengisian. Pengisian dan sealing perlu dilihat sebagai satu rangkaian proses.
Hitung Jumlah Kemasan per Hari
Total produksi kopi belum cukup untuk menentukan kebutuhan packaging.
Misalnya bakery? No, kopi diproduksi 50 kg per hari. Jika dikemas dalam ukuran 500 gram, berarti ada sekitar 100 kemasan yang harus diproses.
Kalau menggunakan ukuran 250 gram, jumlahnya menjadi sekitar 200 kemasan.
Artinya, semakin kecil ukuran kemasan, semakin banyak unit yang harus diisi dan ditutup.
Karena itu, hitung jumlah kemasan per hari, bukan hanya total kilogram kopi yang diproduksi.
Sesuaikan dengan Target Produksi
Selain kebutuhan saat ini, pikirkan juga perkembangan produksi.
Kalau jumlah pesanan diperkirakan meningkat, sistem packaging sebaiknya memiliki kapasitas yang masih dapat mengikuti pertumbuhan tersebut.
Namun, tetap hindari memilih mesin secara berlebihan. Kapasitas harus disesuaikan dengan jumlah produksi, ukuran kemasan, dan waktu kerja yang tersedia.
Kapan Mulai Membutuhkan Mesin?
Tidak ada angka produksi tertentu yang otomatis mengharuskan penggunaan mesin.
Mesin packing kopi bubuk mulai dapat dipertimbangkan ketika:
- Jumlah kemasan semakin banyak.
- Penimbangan dan pengisian manual membutuhkan waktu lama.
- Sealing dilakukan berulang kali setiap hari.
- Tenaga kerja banyak tersita untuk packaging.
- Pesanan mulai meningkat.
- Packaging mulai menghambat proses produksi atau pengiriman.
Kalau jumlah produksi masih sedikit dan proses manual masih dapat diselesaikan dengan baik, belum tentu perlu langsung menggunakan mesin.
Pilih Sistem Berdasarkan Kebutuhan
Memilih sistem pengemas kopi sebaiknya dimulai dari kebutuhan produk.
Tentukan berat per kemasan, jenis kemasan, jumlah unit yang harus diproses, metode pengisian, hingga cara sealing. Setelah itu, baru tentukan apakah kebutuhan cukup dengan sealer atau membutuhkan sistem packaging yang lebih lengkap.
Dengan cara ini, investasi mesin bisa lebih sesuai dengan kondisi usaha.
Kesimpulan
Untuk packaging kopi bubuk Bali, jangan hanya melihat kapasitas mesin. Jenis kopi yang dikemas, berat per kemasan, bentuk kemasan, jumlah unit per hari, serta proses pengisian dan sealing semuanya perlu diperhatikan.
Ketika produksi masih sedikit, packaging manual mungkin masih cukup. Namun, jika jumlah kemasan semakin banyak dan proses mulai memakan waktu, mesin packaging dapat dipertimbangkan untuk membantu pekerjaan.
Yang terpenting, pilih sistem yang sesuai dengan kebutuhan produksi saat ini dan perkembangan usaha ke depan.
Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemasan kopi, kunjungi POWERPACK: