Order Bertambah, Tapi Packing Makin Lama?
Bisnis frozen food biasanya dimulai dari jumlah produksi yang tidak terlalu banyak.
Puluhan kemasan per hari masih bisa dikerjakan secara manual. Produk ditimbang, dimasukkan ke kemasan, lalu ditutup satu per satu.
Masalah mulai terasa ketika pesanan bertambah.
Produksi sudah bisa mengejar, tetapi bagian packing justru membutuhkan waktu paling lama.
Kalau kondisi ini mulai terjadi, mungkin sudah waktunya melihat kembali proses packaging yang digunakan.
Tanda Packing Manual Mulai Jadi Hambatan
Tidak semua proses manual harus langsung diganti mesin.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah cara kerja saat ini masih mampu mengikuti jumlah pesanan.
Beberapa tandanya bisa dilihat dari hal sederhana.
Waktu packing semakin panjang, pekerja harus lembur untuk mengejar pesanan, atau jumlah produk yang sudah selesai diproduksi justru menumpuk karena belum dikemas.
Kalau hal tersebut terus terjadi, proses packaging bisa menjadi titik yang memperlambat seluruh produksi.
Hitung Berapa Banyak Waktu yang Terbuang
Coba catat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengemas satu batch frozen food.
Misalnya dalam satu hari ada ratusan kemasan yang harus disiapkan. Setiap kemasan harus melalui proses pengisian dan penutupan secara manual.
Waktu yang digunakan untuk satu kemasan mungkin terlihat singkat.
Tetapi jika dilakukan ratusan kali, total waktunya bisa cukup besar.
Dari sini, UMKM bisa melihat apakah bagian tersebut masih efisien atau sudah perlu dibantu dengan mesin packing frozen food.
Sealing Juga Perlu Diperhatikan
Selain pengisian, proses penutupan kemasan juga sering menjadi pekerjaan yang berulang.
Hasil mesin sealing yang konsisten dapat membantu ketika jumlah kemasan yang harus ditutup semakin banyak.
Namun, mesin tetap harus disesuaikan dengan jenis dan material kemasan yang digunakan.
Jangan sampai membeli mesin terlebih dahulu, tetapi kemasan yang dipakai ternyata tidak sesuai dengan sistem kerjanya.
Jangan Langsung Cari Mesin Terbesar
Ketika produksi meningkat, bukan berarti mesin dengan kapasitas paling besar otomatis menjadi pilihan.
Kebutuhan setiap usaha berbeda.
Cek dulu:
- Berapa jumlah kemasan per hari?
- Berapa ukuran dan berat isi?
- Jenis kemasan apa yang digunakan?
- Proses mana yang paling lama?
- Berapa target produksi beberapa bulan ke depan?
Dari data tersebut, kebutuhan mesin akan lebih mudah ditentukan.
Mesin Dipakai Saat Memang Dibutuhkan
Mesin seharusnya membantu menyelesaikan masalah yang memang terjadi di proses produksi.
Kalau packing masih bisa dikerjakan dengan lancar secara manual, tidak perlu terburu-buru melakukan upgrade.
Namun jika pesanan sudah terus meningkat dan packaging mulai menghambat produksi, penggunaan mesin bisa menjadi salah satu pilihan untuk membuat proses lebih teratur.
Frozen Food Makin Laris, Packaging Jangan Ketinggalan
Pesanan yang meningkat tentu menjadi hal yang perlu disiapkan.
Jangan sampai produk sudah siap diproduksi dalam jumlah banyak, tetapi proses packaging masih berjalan dengan kapasitas yang sama seperti saat usaha baru dimulai.
Evaluasi proses packing secara berkala. Kalau bagian manual sudah mulai menjadi hambatan, saatnya mempertimbangkan mesin packing frozen food yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat disesuaikan dengan jenis produk dan kapasitas produksi, kunjungi Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988