Produk makanan tidak langsung siap dijual setelah selesai diproduksi. Ada beberapa tahapan yang perlu dilalui sebelum produk masuk ke kemasan dan akhirnya siap didistribusikan.
Bagi bisnis makanan Bali yang mulai meningkatkan produksi, memahami alur ini penting supaya proses produksi dan packaging tidak saling menghambat.
Produk Selesai Diproduksi, Bukan Berarti Langsung Selesai
Setelah proses pengolahan selesai, produk perlu disiapkan untuk masuk ke tahap packaging.
Pada tahap ini, kondisi produk harus sudah sesuai dengan metode pengemasan yang akan digunakan. Jenis makanan, tekstur, bentuk, hingga kondisi produk akan memengaruhi cara produk dikemas.
Karena itu, proses produksi dan packaging sebaiknya sudah dipikirkan sebagai satu alur.
Tentukan Jenis Packaging Sejak Awal
Jenis produk akan menentukan jenis kemasan yang digunakan.
Produk cair seperti sambal atau saus tentu membutuhkan metode pengisian yang berbeda dengan makanan ringan atau produk kering. Begitu juga dengan produk yang membutuhkan vacuum atau jenis penyegelan tertentu.
Dengan menentukan kemasan sejak awal, proses produksi dapat disiapkan agar lebih mudah masuk ke tahap packaging.
Dari Produk ke Mesin Packaging
Setelah produk siap, tahap berikutnya adalah memasukkan produk ke dalam kemasan sesuai kebutuhan.
Di sinilah mesin POWERPACK dapat digunakan untuk membantu proses packaging sesuai jenis produk dan kemasan yang dipilih.
Tujuannya bukan sekadar mempercepat pekerjaan, tetapi membuat proses pengemasan lebih teratur ketika jumlah produk yang harus dikemas semakin banyak.
Jangan Sampai Packaging Menjadi Bottleneck
Masalah sering muncul ketika kapasitas produksi sudah meningkat, tetapi proses packaging masih jauh lebih lambat.
Misalnya, produk sudah selesai diproses dalam jumlah besar, tetapi masih membutuhkan waktu panjang untuk dikemas satu per satu.
Akibatnya, produk menumpuk sebelum masuk ke tahap berikutnya.
Karena itu, kapasitas produksi dan kapasitas packaging sebaiknya diperhitungkan bersama. Ketika produksi berkembang, kemampuan packaging juga perlu mengikuti.
Setelah Dikemas, Produk Belum Langsung Dikirim
Produk yang sudah masuk kemasan masih perlu diperiksa sebelum didistribusikan.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain kondisi kemasan, penutupan, jumlah produk, label, serta penataan sesuai tujuan pengiriman.
Tahapan ini penting terutama untuk bisnis makanan Bali yang mulai mendistribusikan produk ke lebih banyak toko, reseller, maupun pelanggan di luar daerah.
Buat Alur Produksi yang Saling Terhubung
Secara sederhana, alurnya dapat dibuat seperti:
Produksi → Persiapan Produk → Filling/Pengisian → Sealing/Penutupan → Pengecekan → Penyimpanan → Distribusi
Setiap bagian memiliki peran masing-masing. Kalau salah satu tahap terlalu lambat, tahap berikutnya juga bisa ikut tertunda.
Karena itu, saat bisnis makanan Bali berkembang, jangan hanya melihat kapasitas produksi. Perhatikan juga apakah proses packaging sudah mampu mengikuti jumlah produk yang dihasilkan.
Produksi dan Packaging Harus Sama-Sama Siap
Produk yang bagus tetap membutuhkan packaging yang mampu mengikuti kebutuhan produksinya. Sebaliknya, mesin packaging dengan kapasitas tinggi juga tidak akan optimal jika produksi belum mampu menyediakan produk secara konsisten.
Keduanya perlu berjalan seimbang.
Dengan memahami alur dari produksi sampai packaging, pelaku usaha dapat lebih mudah menentukan bagian mana yang perlu ditingkatkan ketika bisnis mulai berkembang.
Untuk melihat pilihan mesin packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan packaging produk makanan Bali, kunjungi Website Resmi POWERPACK.
BALI
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
(021) 2951 4991
0812-1323-9988