Base genep bukan cuma digunakan untuk masakan rumahan. Bumbu khas Bali ini juga bisa dikembangkan menjadi produk siap pakai yang lebih praktis, termasuk dalam bentuk sachet.
Buat pelaku usaha di Bali, kemasan sachet bisa menjadi pilihan untuk menjangkau konsumen yang ingin menggunakan base genep tanpa harus menyiapkan bumbu dari awal.
Tapi sebelum mulai produksi, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan, terutama soal karakter bumbu dan cara mengemasnya.
Tentukan Dulu Bentuk Base Genep-nya
Base genep bisa dibuat dengan karakter yang berbeda. Ada yang lebih basah seperti bumbu siap masak, ada juga yang dibuat dalam bentuk bubuk atau bumbu kering.
Ini penting karena jenis produk akan menentukan proses packaging yang digunakan.
Kalau produknya berbentuk bubuk, kebutuhan mesinnya tentu berbeda dengan base genep yang masih memiliki kandungan cairan atau tekstur pasta.
Kalau Dibuat Bubuk, Perhatikan Teksturnya
Bumbu bubuk terlihat sederhana, tapi saat masuk proses packaging ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Bubuk yang terlalu halus, mudah menggumpal, atau memiliki ukuran partikel yang tidak seragam bisa memengaruhi proses pengisian ke sachet.
Karena itu, karakter bumbu perlu dipahami sebelum menentukan mesin sachet bumbu Bali yang akan digunakan.
Ukuran Sachet Juga Perlu Ditentukan
Mau menjual base genep dalam ukuran sekali masak? Atau kemasan yang bisa digunakan untuk beberapa kali masak?
Ukuran produk akan memengaruhi jumlah isi setiap sachet dan cara pengemasannya.
Untuk produk yang menyasar konsumen rumah tangga, ukuran praktis bisa menjadi salah satu pertimbangan. Sementara untuk kebutuhan restoran atau usaha kuliner, ukuran yang lebih besar mungkin lebih sesuai.
Jangan Lupa Hitung Jumlah Produksi
Kalau baru mulai, pengemasan manual mungkin masih bisa dilakukan.
Tapi ketika produk mulai masuk toko oleh-oleh, reseller, marketplace, atau mendapatkan pesanan dalam jumlah banyak, proses packing bisa menjadi pekerjaan yang cukup memakan waktu.
Di tahap ini, kebutuhan mesin packing bubuk mulai layak diperhitungkan.
Mesin Harus Sesuai dengan Karakter Bumbu
Jangan memilih mesin hanya karena kapasitas produksinya terlihat besar.
Perhatikan juga jenis bumbu, ukuran sachet, berat per kemasan, dan target produksi sehari. Mesin yang cocok untuk satu jenis bubuk belum tentu cocok untuk produk lain.
Karena itu, karakter base genep yang akan dikemas perlu menjadi salah satu pertimbangan utama.
Packaging Bisa Membantu Produk Lebih Siap Dijual
Saat base genep sudah dikemas dalam sachet dengan ukuran yang jelas, produk menjadi lebih mudah ditata dan dijual.
Kemasan juga membuat produk lebih praktis untuk dibawa, disimpan, maupun dikirim ke pelanggan di luar Bali.
Apalagi kalau target pasarnya bukan hanya konsumen lokal, tetapi juga wisatawan atau pelanggan yang ingin membawa produk khas Bali ke daerah lain.
Mulai dari Skala yang Sesuai
Tidak perlu langsung mengejar produksi dalam jumlah besar.
Tentukan dulu target pasar, ukuran kemasan, jumlah produksi, dan proses packaging yang dibutuhkan. Setelah penjualan mulai meningkat, kapasitas mesin bisa ikut disesuaikan.
Dengan begitu, investasi mesin packaging dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata usaha, bukan sekadar karena ingin terlihat lebih modern.
Base Genep Mau Dibawa Jadi Produk Komersial?
Mengubah base genep menjadi produk sachet bukan hanya soal memasukkan bumbu ke dalam kemasan.
Karakter produk, ukuran sachet, jumlah produksi, dan proses pengemasan semuanya perlu dipikirkan sejak awal.
Kalau rencananya ingin mengembangkan base genep menjadi produk komersial, mulai dari kebutuhan packaging yang paling sesuai dengan produk yang dibuat.
Untuk melihat pilihan mesin packaging untuk produk bumbu dan makanan, kunjungi Website Resmi POWERPACK.
Alamat Showroom Bali
FOMAC & POWERPACK
Jl. Gatot Subroto Tim. No.36A, Kesiman Kertalangu, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80239
Telepon: (021) 2951 4991
WhatsApp: 0812-1323-9988