3 Teknik Pengemasan Produk Makanan Agar Lebih Awet

22 April 2019 | 15:20 WIB
Artikel oleh : Powerpack Indonesia

(Foto : Google Image)

Mengemas makanan dengan baik perlu dilakukan agar makanan terjaga mutu dan kualitasnya. Dengan pegemasan yang tepat pula dapat menjaga ketahanan makanan dalam waktu yang lama.

Untuk menjaga ketahanan makanan dalam waktu yang lama apakah perlu bahan pengawet? Jawabannya tidak salalu harus menggunakan bahan pengawet. Berikut tiga tips mengemas makanan agar dapat bertahan lama.

 

1. Pengemasan dengan menggunakan Kemasan Aluminium Foil

(Foto: Pixabay/Pexels)

 

Bau tengik pada makanan ringan umumnya disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini muncul ketika ada udara atau uap air yang masuk pada kemasan. Biasanya udara atau uap air masuk melalui plastik kemasan makanan yang transparan atau ketika proses memasukan produk dan bagian seal penutupnya kurang rapat.

Pemilihan kemasan aluminium foil ini bisa menjadi salah satu cara untuk meminimalisir masuknya udara atau bakteri kedalam kemasan makanan. Karena kemasan aluminium foil merupakan salah satu material yang tidak bisa ditembus matahari. Sehingga resiko adanya uap air maupun udara sangat kecil, dan bakteri pun tidak bisa berkembang pada kemasan tersebut. Hal ini memungkinkan makanan menjadi lebih tahan lama.

 

2. Pengemasan dengan menggunakan Kemasan Vacuum Bag atau Plastik Vakum

(Foto: usahakuliner.id)

 

Berbeda dengan jenis kemasan plastik biasanya, vacuum bag ini didesain khusus untuk membungkus atau mengemas berbagai produk makanan sehingga makanan bisa bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Metode pengemasan hampa udara yang dilakukan pada saat proses vacuum bag packing akan memperkecil kerusakan komposisi gizi dan kontaminasi bakteri yang sangat merugikan.

 

3. Pengemasan dengan menggunakan Metode Nitrogen Flushing

(Foto: usahakuliner.id)

 

Salah satu cara untuk membuat makanan tetap bertahan lama adalah dengan mengeluarkan oksigen dari wadah, dan menggantinya dengan nitrogen. Proses inilah yang dinamakan nitrogen flushing.

Penggantian oksigen dengan nitrogen bertujuan untuk menghindari oksidasi yang menyebabkan makanan cepat rusak dan basi.

Tidak semua makanan dikemas dengan pengemasan vakum. Jenis makanan yang rentan hancur atau rusak, seperti keripik membutuhkan perlindungan selama makanan didistribusikan kepada para konsumen. Untuk jenis makanan seperti ini dibutuhkan nitrogen flushing. Anda bisa mengamati bungkusnya yang menggelembung, dan ketika dibuka akan ada udara (nitrogen) di dalamnya.

Cara penerapan nitrogen flussing pada kemasan makanan adalah dengan menggunakan mesin yang memberi tekanan nitrogen di dalam wadah sehingga oksigen tergantikan seluruhnya oleh nitrogen. Kemudian, wadah disegel dengan cepat dan rapat.

 

Sumber : https://usahakuliner.id/cara-pengemasan-bikin-produk-makanan-awet/

 

Artikel Terbaru
Artikel Lainnya
@copyright Powerpack Indonesia 2019
SALES